www.riaukontras.com
| TNI-Polri Sekat Pengunjung Objek Wisata di Aceh Timur | | 28 Rumah di Kutacane Terendam Banjir, TNI Evakuasi Warga | | Saiful Zahri dan Rusli Achmad SE Nakhodai SPBUN PTPN-I Periode 2021-2026 | | Lintas Blangkejereren Aceh Lumpuh Total Akibat Longsor | | TNI Bantu Pemerintah Desa Atasi Sampah yang Menutupi Badan Jalan | | Babinsa Lakukan Pendampingan Terhadap Petani Cabai di Aceh Utara
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Senin, 17 Mei 2021
 
Pria 42 Tahun Menghabiskan Hidupnya Hanya Untuk Ibu
Editor: | Jumat, 13-07-2018 - 15:45:18 WIB


TERKAIT:
 
  • Pria 42 Tahun Menghabiskan Hidupnya Hanya Untuk Ibu
  •  

    INHU, RIAUKontraS.com - sosok Husen pria berusia 42 tahun warga Desa Petala Bumi Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu menghabiskan masa lajangnya untuk mengabdi mengusur ibunya Suwarni(75) tahun. Itu dilakukannya guna untuk menyenangkan orang tuanya, apalagi dengan kondisi ekonomi yang sangat suram.

    Husen melakukan ini hanya semata mata untuk membahagiakan orang tuanya sehingga ia mengambil sikap untuk menjadi lajang tua.

    " Saya tidak berani untuk berubah tangga pak, kalau saya berubah tangga nanti ibu saya siapa yang akan mengurusnya " ucapnya saat di wawancarai awak media SawitPlus. Co.

    Husen bercerita banyak tentang ekonomi yang di jalaninya, ia hanya bekerja sebagai pekerja membersihkan botol plastik di rosokan besi tua tempat bos ia bekerja yang di gaji perbulannya sebesar Rp. 500.000,gaji itulah untuk kebutuhan sehari-hari ia lakoni hanya cukup satu kata demi membahagiakan orang tuanya. Ucapnya

    Husen dan Nanti adalah anak dari Suwarni, mereka datang ke sumatra mengadu nasib demi berkelanjutan hidup. Sebelumnya ia tinggal di Aceh, masa-masa Gerakan Aceh Merdeka(GAM) lah membuat kehidupannya menjadi seperti ini, tanah dan perkebunanya di Aceh dibayar tidak sesuai yang mereka harapkan.

    Suwarni (75) tahun, menceritakan kisah pahit manisnya dimasa itu sekitar ditahun 2000an, masa masa sunami di Aceh, tanah dan kebunya hanya di bayar tidak sesuai harapanya. Akibat kondisi yang tidak memungkinkan di Aceh, ia mengambil sikap untuk pindah ke Riau.

    "Gubuk derita dibangun di bawah pohon - Pohon sawit lah tempat yang bagus untuk berteduh katanya"

    Diston, pengusaha besi tua(rosokan) dimana Husen bekerja mengatakan terharuhnya melihat ekonomi Husen, yang sangat tegar menjalani hidup lajangnya untuk ibu. "Tidak semua laki-laki yang seperti Husen yang berjiwa besar". haruhnya (hamdan)


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Pria 42 Tahun Menghabiskan Hidupnya Hanya Untuk Ibu
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    3 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    4 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    5 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    6 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    7 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    8 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    9 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    10 Mayat Siswi SMP Diduga Korban Pemerkosaan Ditemukan Setengah Bugil di Riau
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2021 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved