www.riaukontras.com
| Langgar Prokes, Pegunjung Suzuya Mal Lhokseumawe Dirapid Test Antigen | | Kembali Satres Narkoba Polres Bengkalis Amankan TP Narkotika Jenis Shabu Desa Pangkalan Batang | | Demi Masyarakat, Polres Bengkalis Setiap Hari Turunkan Tim Beri Himbauan Prokes di Roro Air Putih | | Sudah 2 Bulan Jalan Kantor Bupati Kampar Gelap Gulita | | Pantau Harga Kebutuhan Pokok, TNI Turun Lansung ke Pasar | | Drama Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi Dana Pembangunan DIC Bengkalis Rp38 Milyar Dipertanyakan
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Selasa, 18 Mei 2021
 
Dugaan Penggelapan dan Penyelewengan Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Pelalawan
Editor: Indra | Senin, 22-03-2021 - 12:09:08 WIB


TERKAIT:
 
  • Dugaan Penggelapan dan Penyelewengan Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Pelalawan
  •  

    Pelalawan, RIAUkontraS.com – Penyaluran bantuan pupuk bersubsidi program tahun 2020 yang diperuntukkan untuk petani hortikultura dan tanaman pangan Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan, Riau diduga terjadi penyelewengan dan pengelapan. Dugaan penyelewengan dan pengelapan itu dilakukan oleh distributor CV Artha Jaya

    Hasil pantauan di lapangan dan dari keterangan Ketua Kelompok Tani Jasa Beringin Desa Kuala Panduk Kecamatan Teluk Meranti A Bakar (65) menyampaikan bahwa seharusnya dalam pengajuan kebutuhan pupuk bersubsidi oleh para petani harus melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), namun kenyataannya selama ini Kelompok Tani tidak pernah dilibatkan dalam pengajuan RDKK, maupun pada saat pupuk bersubsidi tersebut datang ke gudang pengecer atau agen.

    “Kita tidak pernah dilibatkan sama sekali baik itu perencanaan maupun pendistribusian,”kata A Bakar saat ditemui di kediamannya di Desa Kuala Panduk, Jumat (19/2/3/2021).

    Selain itu Ketua Kelompok Tani (Poktan) Tanjung Pulai Sejahtera (TPS) Desa Pulau Muda, Medi saat dikonfirmasi media ini mengatakan Poktan TPS jenis pupuk subsidi yang dibutuhkan jenis pupuk urea lebih kurang 2 ton. Sedangkan jenis pupuk jenis MPK, SP36 dan ZA tidak ada dibeli, katanya.

    Menurut Ketua Poktan Pantai Ogis Kelurahan teluk Meranti M. Amin mengatakan kami memang nggak ngambil pupuk karena tidak membutuhkan jenis pupuk MPK, SP36 dan ZA karena tanaman yang kami tanam cabe dan semangka. Dan tanaman ini tidak butuh dengan jenis pupuk itu. Selain itu lahan kami tidak luas, katanya.

    Di kecamatan Teluk Meranti ada 11 kelompok tani dan 138 untuk penerima pupuk bersubsidi pada tahun 2020 yang dituangkan pada Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

    Dirangkum media ini dari berbagai informasi bahwa RDKK pengajuan pupuk bersubsidi oleh kelompok tani di wilayah Kecamatan Teluk Meranti pada tahun 2020 untuk jenis NPK sebanyak 56 ton, jenis ZA sebanyak 37 ton dan jenis SP36 sebanyak 39 ton dimana seluruhnya diduga tidak disalurkan kepada kelompok tani sehingga adanya indikasi penyelewengan dengan mengalihkan dan menjual pupuk subsidi tersebut ke luar wilayah Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan yang dilakukan oleh pengecer di bawah naungan distributor CV Artha Jaya.

    Para petani berharap dengan adanya indikasi penyelewengan pupuk bersubsidi tersebut CV Artha Jaya diduga telah menyalahi aturan sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 15/M-DAG/PER/4/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian.

    “Diharapkan aparat penegak hukum untuk dapat mengusut tuntas dugaan penyelewengan penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah KecamatanTeluk Meranti Kabupaten Pelalawan di tahun 2020 yang dilakukan distributor  CV Artha Jaya dimana telah sangat merugikan negara,” harap Bahar.

    Pengecer pupuk bersubsidi inisial AI saat dikonfirmasi melalu telponnya setakat ini tidak mengangkat telpon. Selanjutnya media ini juga terus berupaya mengkonfirmasi.

    Selanjutnya media ini mengkonfirmasi Manager Penyalur PT Artha Jaya inisial SB selaku penyalur pupuk bersubsidi ini juga tidak merespon sama sekali. Selanjutnya media ini juga terus berupaya mengkonfirmasi. Dicoba lagi via aplikasi WhatsApp mempertanyakan hal ini juga tidak ada respon. (**)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Dugaan Penggelapan dan Penyelewengan Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Pelalawan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    3 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    4 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    5 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    6 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    7 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    8 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    9 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    10 Mayat Siswi SMP Diduga Korban Pemerkosaan Ditemukan Setengah Bugil di Riau
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2021 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved