www.riaukontras.com
| Kapolri Larangan Mudik Hari Raya Idul Fitiri 1442 H, Upaya Tepat Mengantisipasi Lonjakan Covid-19 | | Ketum Senkom Mitra Polri Audiensi Perpanjangan MoU dengan Basarnas | | Sosok Kartini Muda Masa Kini Kuatan Singingi | | Wakapolres Rohil Cek Pos PPKM Mikro dan Serahkan Sembako ke Warga Positif Covid-19 | | DPW SPI Propinsi Riau Berikan Mandat Kepada Pengurus DPC SPI Kabupaten Pelalawan | | Mohon Diri Kepada Segenap Masyarakat Pelalawan, Memasuki Masa Purna Tugas
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Kamis, 22 April 2021
 
FSGI Apresiasi Subsidi Kuota Internet untuk Siswa, Guru, Mahasiswa, dan Dosen
Editor: IndraJedt | Sabtu, 29-08-2020 - 02:37:34 WIB


TERKAIT:
 
  • FSGI Apresiasi Subsidi Kuota Internet untuk Siswa, Guru, Mahasiswa, dan Dosen
  •  

    Jakarta, RIAUkontras.com - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mengapresiasi langkah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam memberikan subsidi kuota internet untuk mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ).

    Kepastian pemberian subsidi tersebut disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim saat rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2020).

    "Kami mengapresiasi langkah Kemendikbud yang mengalokasikan anggaran untuk subsidi kuota internet bagi guru, siswa, mahasiswa, maupun dosen," kata Wakil Sekretaris Jenderal FSGI Satriwan Salim seperti dilansir dari Antara, Kamis.

    Menurut dia, pemberian bantuan subsidi ini akan sedikit membantu para orang tua siswa serta para guru dalam memenuhi kebutuhan kuota internet untuk mendukung kegiatan belajar dan mengajar selama PJJ.

    "Pemberian subsidi kuota internet tersebut tentunya langsung dalam bentuk kuota ke nomor guru dan siswa, dan bukan dalam bentuk uang," ujarnya.

    Kendati demikian, ia berharap, agar Kemendikbud tak hanya memberikan bantuan bagi guru dan siswa yang melaksanakan PJJ. Para tenaga pendidik dan siswa yang tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar tata muka juga perlu mendapatkan perhatian.

    Menurut dia, banyak faktor yang akhirnya membuat PJJ berjalan tidak maksimal, seperti ketersediaan jaringan listrik dan internet, kepemilikan gawai, hingga sulitnya akses guru dalam mengunjungi siswa.

    "Persoalan itu hendaknya juga perlu diintervensi oleh Kemendikbud bersama dengan kementerian dan lembaga lainnya dan juga pemerintah daerah," katanya.

    Ia menambahkan, kunci kemajuan dan sumber daya manusia (SDM) yang bermutu tergantung pada akses pembelajaran yang basisnya adalah digital. Hal itu dikarenakan generasi saat ini adalah penduduk asli digital atau digital native.

    Sebelumnya, Kemendikbud telah mendapatkan persetujuan anggaran sebesar Rp 9 triliun untuk memberikan subsidi kuota internet bagi guru, siswa, mahasiswa dan dosen selama PJJ.

    Nadiem mengatakan, subsidi kuota internet ini akan dikerahkan selama tiga sampai empat bulan ke depan dan akan segera dicairkan.

    "Ini yang akan kami kerahkan untuk pulsa atau kuota data bagi siswa, guru, mahasiswa, dosen selama tiga empat bulan ke depan. Ini kami akselerasi secepat mungkin biar bisa cair," ujarnya.

    Nadiem menambahkan, selama ini pihaknya berupaya untuk mendapatkan anggaran tambahan untuk menjawab kecemasan masyarakat selama masa PJJ.

    "Saya tidak akan berhenti di sini. Alhamdulillah janji saya pulsa tercapai. Tim kemendikbud saya apresiasi, terutama Ibu Menkeu. Eselon 1 Kemenkeu yang telah bekerja keras mengamankan anggaran ini dari dana cadangan kita," ucapnya.


    Sumber : KOMPAS.com

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • FSGI Apresiasi Subsidi Kuota Internet untuk Siswa, Guru, Mahasiswa, dan Dosen
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    3 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    4 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    5 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    6 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    7 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    8 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    9 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    10 Mayat Siswi SMP Diduga Korban Pemerkosaan Ditemukan Setengah Bugil di Riau
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2021 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved