www.riaukontras.com
| Pemcam Lubuk Dalam Gelar Gebyar Shalawat | | Alfedri Disambut Meriah Perayaan Cap Go Meh di Kelenteng Tertua Hock Siu Kiong Kota Siak | | Mantap, Nama Ketua KPU Bengkalis Masuk Calon Direktur Perumda | | Menang di PTUN Pekanbaru, Kuasa Hukum Minta Semua Pihak Patuhi Putusan PTUN | | PTUN Wajibkan Jabatan Khairul Umam Sebagai Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan | | Perjuangan Kabupaten Bengkalis dalam Mempertahankan Jengkal Demi Jengkal Teritorial NKRI
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Senin, 26 Februari 2024
 
Jakarta
Aktivis '98 Tolak Beri Tempat Rezim Berdarah Orba
Editor: Muhammad Abubakar | Minggu, 20-05-2018 - 21:29:23 WIB


TERKAIT:
   
 

Foto: Ketua umum Kebangkitan Indonesia Baru (KIB) Reinhard Parapat
JAKARTA, RiaukontraS.com - Ketua umum Kebangkitan Indonesia Baru (KIB) Reinhard Parapat menilai, orang-orang yang tangannya masih 'berlumuran darah' tragedi 1998 dinilai belum pantas menjadi pemimpin negara Indonesia. 

Walaupun reformasi 1998 telah 20 tahun berlalu namun masih kental dalam ingatan, saat mahasiswa dibenturkan dengan aparat keamanan ketika aksi berlangsung.  

"Siapapun pucuk pimpinan harus bertanggung jawab atas hilangnya para aktivis demokrasi saat itu," katanya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (20/5/2018).

Pria alumni Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI) itu percaya bahwa perjuangan mereformasi kebijakan negara memang tidak mudah, tapi bukan berarti tidak bisa, hasilnya saat ini kita rasakan dan mengalami kemajuan baik demokrasi, ekonomi dan teknologi.

Namun ia juga mengingatkan, hingga saat ini cita-cita reformasi masih belum tuntas seperti menghilangkan praktek KKN dan penegakan HAM oleh negara. Oleh karena itu, saat ini, kata dia, semua aktivis '98 harus mengawal dan tidak boleh melupakan cita-cita reformasi itu.

"Meskipun saat ini aktivis '98 sudah banyak yang bergabung ke berbagai partai politik (parpol) hendaknya kawan-kawan masih punya tanggung jawab moral untuk  mengawal cita-cita reformasi dengan melakukan perubahan sistematis dari dalam parpol dan badan legislatif  dimana parpol berperan," tambahnya.

Lebih lanjut Taki, sapaan akrab Reinhard Parapat yang juga salah satu pendiri Forum Kota (Forkot) diawal-awal reformasi 1998 menjelaskan, menolak memberikan tempat pada rezim "berdarah di era Orde Baru" untuk berkuasa, bukan tidak ada dasarnya. 

Pertama, di era rezim Orde Baru (Orba) adanya dugaan tindakan penghilangan secara paksa aktivis demokrasi merupakan salah satu bentuk kejahatan yang anti demokrasi dan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan, hingga saat  ini masih tidak jelas dimana keberadaan para aktivis yang hilang korban rezim Berdarah Orba. 

Kedua,  di era rezim Orba Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) tumbuh subur sehingga,  negara saat itu hampir bangkrut dan terancam bubar (negara gagal), bekas ketimpangan ekonomi saat itu sangat terasa hingga saat ini. 

Ketiga, lanjut dia, sejarah mencatat hampir tidak ada elit rezim Orba yang terjerat dan di proses secara hukum untuk kasus KKN dan juga pelanggaran HAM berat,  mereka masih tidak tersentuh. 

Jadi, dengan semangat 20 tahun reformasi, kita diingatkan jangan pernah melupakan sejarah kelam, sejarah masa lalu rezim otoriter Orba yang anti demokrasi dan penuh KKN. 

"Seperti apa yang dikatakan Presiden Pertama RI Soekarno dalam pidato HUT RI pada tahun 1966, Jas Merah, jangan sekali-sekali Meninggalkan Sejarah!," ujarnya.

Demikian juga dengan generasi ini, "Menolak Lupa", kita telah diingatkan untuk tidak  meninggalkan sejarah, demikian Taki menjelaskan.(Dwi/Muhammad Abubakar)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 081261018886 / 085278502555
via EMAIL: riaukontras@gmail.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


 
Berita Lainnya :
  • Aktivis '98 Tolak Beri Tempat Rezim Berdarah Orba
  •  
    Komentar Anda :

     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 "MEMORI" Dari Sisilah Marga Gea
    3 Diberitakan Tentang Dugaan VC Sex, Oknum PNS MW di Nias Mencoba Intimidasi dan Melaporkan Wartawan
    4 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    5 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    6 Kembali Diamanahkan sebagai Pj Walikota Pekanbaru, ini Program Prioritas yang Sukses Dijalankan
    7 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    8 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    9 Menelisik Geliat Prostitusi Online Kota Duri, Antara Sindikat Prostitusi dan Penipuan
    10 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman | SOP Perlindungan Wartawan | Kode Perilaku Perusahan Pers | Visi-Misi | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2015-2022 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved