www.riaukontras.com
| PJ Bupati Kampar : Pelantikan Eselon II Menunggu Persetujuan Kemendagri | | Bupati Afrizal Sintong Buka Sosialisasi Penggunaan Aplikasi Simatrik | | Dua Kali Mati Lampu Disaat Rapat Paripurna Hari Jadi Kampar | | HUT Kabupaten Kampar Ke 73, DPRD Kampar Gelar Rapat Paripurna | | Bupati Afrizal Sintong Lantik H Sukirman Camat Rimba Melintang | | Tindak lanjut Laporan BPD, PJ Kades serahkan SK pengurus LKD Sifahandro
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Senin, 6 Februari 2023
 
Pinjam Bank Wakaf Hanya Dikenakan Biaya Administrasi 3 Persen
Editor: Muhammad Abubakar | Sabtu, 10-03-2018 - 18:19:52 WIB


TERKAIT:
   
 

SURABAYA, RiaukontraS.com - Bank Wakaf Mikro didirikan untuk memberikan solusi bagi nasabah yang kesulitan mendapatkan akses pembiayaan dari perbankan. Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, Jawa Timur, Jumat malam, 9 Maret 2018.

"Karena kalau mau pinjam ke bank harus punya agunan dan administrasi bertumpuk-tumpuk baru bisa ke bank," ucap Presiden.

Selain itu, bunga yang cukup besar saat melakukan pinjaman di bank konvensional juga menjadi alasan hadirnya Bank Wakaf Mikro yang hanya dikenakan biaya administrasi sebesar 3 persen setiap tahunnya.

"Kalau ibu-ibu mau pinjam Rp2 juta silakan, mau ke bank wakaf ini, entah untuk mengembangkan usaha rumah tangga atau untuk tambahan modal kerja, membuka kiosnya itu yang dilayani bank wakaf," tutur Presiden.

Bank Wakaf Mikro sebenarnya adalah Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) yang didirikan oleh Otoritas Jasa Keuangan yang bertujuan untuk memberikan pembiayaan kepada masyarakat di tingkat mikro mulai dari Rp1 juta. 

Sebelum mendapatkan pembiayaan tersebut, masyarakat yang mengajukan dana ke Bank Wakaf Mikro akan diberikan pelatihan terlebih dahulu.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menjelaskan alasan pemerintah mendirikan bank wakaf mandiri di pondok pesantren. Salah satunya LKMS Wafa Mandiri yang diluncurkan Kepala Negara.

"Agar para santri dapat belajar mengelola perbankan sehingga bila bank ini semakin besar, insyaallah semakin besar ekonomi umat dan dapat berjalan dengan baik, harapan kita itu," kata Presiden.

Bank Wakaf Mandiri tersebut juga menjadi bukti komitmen pemerintah yang tidak tebang pilih dalam mengelola keuangan dan perbankan Tanah Air.

"Saya tidak ingin mengurusi yang gede-gede, saya juga ingin mengurusi yang kecil-kecil meski nanti kantornya kecil _nggak papa. Modalnya juga kurang lebih 8 miliar tidak apa-apa," ujar Presiden.

Berbeda dari bank konvensional, Bank Wakaf Mikro tidak menghimpun dana dari masyarakat namun sumber dana berasal dari para donatur.

"Ini supaya diketahui kita membangun bank wakaf mikro didonasi dari Datuk Tahir. Terima kasih, Datuk," ucap Presiden.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Ketua Yayasan Al Khidmah Indonesia Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah H Moh. Ikhsan, (Gumilar Abdul Latif/Muhammad Abubakar).

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 081261018886 / 085278502555
via EMAIL: riaukontras@gmail.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


 
Berita Lainnya :
  • Pinjam Bank Wakaf Hanya Dikenakan Biaya Administrasi 3 Persen
  •  
    Komentar Anda :

     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Diberitakan Tentang Dugaan VC Sex, Oknum PNS MW di Nias Mencoba Intimidasi dan Melaporkan Wartawan
    3 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    4 "MEMORI" Dari Sisilah Marga Gea
    5 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    6 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    7 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    8 Menelisik Geliat Prostitusi Online Kota Duri, Antara Sindikat Prostitusi dan Penipuan
    9 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    10 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman | SOP Perlindungan Wartawan | Kode Perilaku Perusahan Pers | Visi-Misi | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2015-2022 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved