www.riaukontras.com
| TNI-Polri Sekat Pengunjung Objek Wisata di Aceh Timur | | 28 Rumah di Kutacane Terendam Banjir, TNI Evakuasi Warga | | Saiful Zahri dan Rusli Achmad SE Nakhodai SPBUN PTPN-I Periode 2021-2026 | | Lintas Blangkejereren Aceh Lumpuh Total Akibat Longsor | | TNI Bantu Pemerintah Desa Atasi Sampah yang Menutupi Badan Jalan | | Babinsa Lakukan Pendampingan Terhadap Petani Cabai di Aceh Utara
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Senin, 17 Mei 2021
 
Status Tanah Masih Abu - Abu, Telah Terbit 300 SKT
Editor: | Senin, 12-04-2021 - 22:47:49 WIB

Ket. Foto: Masyarakat desa Suka Maju RDP atau hearing dengan Komisi I DPRD Kampar
TERKAIT:
 
  • Status Tanah Masih Abu - Abu, Telah Terbit 300 SKT
  •  

    Kampar, Riaukontras.com - Terkait tanah garapan dengan luas lebih kurang 60 H di desa Suka Maju kecamatan Tapung Hilir Kabupaten Kampar telah terbit SKT sebanyak 300 buah oleh Camat.

    Hal tersebut disampaikan oleh Ketua LSM  Tamperak Anar Nanggolan kepada Riaukontras.com di Bangkinang Senin siang (12/4). Diterangkan lebih lanjut Anar Nanggolan, "Status tanah garapan seluas 60 H di desa Suka Maju belum jelas statusnya, dilain sisi Camat Tapung Hilir dengan beraninya menerbitkan  300 SKT," terangnya.

    Dalam hearing atau Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPRD Kampar pihak Dinas terkait belum bisa menentukan status tanah tersebut, dilain sisi Camat telah menerbitkan sebanyak 300 SKT dan apa payung hukumnya menerbitkan SKT di tanah garapan tersebut sampai saat ini menjadi pertanyaan kita.

    Masyarakat merasa keberatan dengan di kaplingnya tanah garapan tersebut oleh Kades bersama tim yang dibentuknya. Tanaman dan kebun sawit seluas 8 H yang dirusak juga tidak ada kompensasi kepada masyarkat, terang Anar Nanggolan.

    Masyarakat yang selama ini menggarap tanah tersebut untuk berkebun dan tidak punya uang untuk menyetor dan tanah dikembalikan ke desa. Sekarang ini sudah banyak warga diluar desa Suka Maju ingin memiliki tanah kaplingan  tersebut.

    Sampai saat ini uang yang dikutip oleh tim desa dan masyarakat tidak tahu kemana aliran dana tersebut. Dana tersebut tidak masuk ke kas desa, ungkap Anar Nanggolan. (yal)


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Status Tanah Masih Abu - Abu, Telah Terbit 300 SKT
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    3 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    4 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    5 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    6 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    7 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    8 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    9 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    10 Mayat Siswi SMP Diduga Korban Pemerkosaan Ditemukan Setengah Bugil di Riau
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2021 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved