www.riaukontras.com
| TNI-Polri Sekat Pengunjung Objek Wisata di Aceh Timur | | 28 Rumah di Kutacane Terendam Banjir, TNI Evakuasi Warga | | Saiful Zahri dan Rusli Achmad SE Nakhodai SPBUN PTPN-I Periode 2021-2026 | | Lintas Blangkejereren Aceh Lumpuh Total Akibat Longsor | | TNI Bantu Pemerintah Desa Atasi Sampah yang Menutupi Badan Jalan | | Babinsa Lakukan Pendampingan Terhadap Petani Cabai di Aceh Utara
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Senin, 17 Mei 2021
 
Kejari Inhu Diminta Lidik Peningkatan Pembangunan Puskesmas Kulim Jaya 
Editor: | Senin, 09-07-2018 - 22:01:10 WIB


TERKAIT:
 
  • Kejari Inhu Diminta Lidik Peningkatan Pembangunan Puskesmas Kulim Jaya 
  •  

    RENGAT,  RIAUKontraS.com - Peningkatan pembangunan Puskesmas Kulim Jaya kecamatan Lubuk Batu Jaya  di anggarkan dua tahun berturut - turut, kuat dugaan pihak kontraktor atau oknum Pemkab Inhu melalui Satker Dinas Kesehatan(Dinkes) terindikasi melakukan korupsi anggaran APBD 2017 - 2018. Di minta Kejaksaan Negeri Rengat, Indragiri Hulu melakukan lidik kelapangan.

    Dalam hal ini, tahun 2017 Pemkab Indragiri Hulu melalui satuan kerja Dinas kesehatan mengucurkan dana sebesar 2,8 miliar yang bersumber dari APBD untuk peningkatan pembangunan Puskesmas Kulim Jaya yang di menangkan oleh PT Cahaya Danau Raja melalui sistem lelang di kerjakan oleh Willi.

    Selanjutnya, ditahun 2018 Pemkab Inhu kucurkan dana lagi sebesar 195 juta Untuk lanjutan pekerjaan pemasangan keramik lantai 2,pemasangan keramik kamar mandi, grenase, pembuatan sopsiteck, di puskesmas Kulim Jaya kecamatan Lubuk Batu Jaya dengan nomor kontrak: 29/SPK/PL-PK/Drenase-Inhu/PPSPP/APBD/V/2018.di kerjakan oleh Cv Sugih Waras Jaya.

    Willi, pelaksana kerja peningkatan pembangunan Puskesmas Kulim Jaya sekaligus pemilik PT Cahaya Danau Raja tersebut menjelaskan saat dikonfirmasi melalui handphone selulernya, "ya. Pelaksana kerja peningkatan pembangunan tersebut saya yang ngerjakan dengan anggaran 2,8 miliar tahun 2017 dana itu tidak cukup karna ada beberapa aitem tambahan seperti penimbunan tanah pondasi dan untuk pancang.ucapnya

    Tak sampai disitu saja, Willi juga menerangkan untuk mencapai penimbunan tanah dan pemasangan pancang, kami harus mengurangi konstruksi seperti pemasangan keramik, grenase, sopsiteck, dan pemasangan keramik kamar mandi. anggaran untuk bahan yang dikurangi tadi  kami larikan ke penimbunan  tanah pondasi tersebut,"itu sudah kesepakatan pihak Dinkes, kontraktor, dan konsultan pengawas. Terangnya

    Hal ini, Pemkab Indragiri Hulu melalui Dinkes dinilai melakukan pemborosan dan patut dicurigai dalam menganggarkan suatu pekerjaan dibidang fisik yaitu peningkatan pembangunan Puskesmas Kulim Jaya.

    Sugeng, Anggota DPRD Indragiri Hulu komisi IV yang membidangi Dinas kesehatan mengatakan, "dana 2,8 miliar tahun 2017 peningkatan pembangunan tidak cukup karna ada tambahan penimbunan tanah pondasi supaya tidak terkena banjir,terkait anggaran 2018 memang ada dianggarkan. tukasnya

    Seyogyanya, Anggota DPRD inhu komisi IV harus teliti dalam pembahasan anggaran 2018 tersebut, dan diminta Kejaksaan Negeri Rengat melalui kasi Intel Jaksa secepat mungkin melakukan lidik kelapangan,dugaan kuat pekerjaan tersebut ada unsur - unsur korupsinya. (hamdan)


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Kejari Inhu Diminta Lidik Peningkatan Pembangunan Puskesmas Kulim Jaya 
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    3 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    4 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    5 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    6 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    7 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    8 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    9 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    10 Mayat Siswi SMP Diduga Korban Pemerkosaan Ditemukan Setengah Bugil di Riau
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2021 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved