www.riaukontras.com
| TNI-Polri Sekat Pengunjung Objek Wisata di Aceh Timur | | 28 Rumah di Kutacane Terendam Banjir, TNI Evakuasi Warga | | Saiful Zahri dan Rusli Achmad SE Nakhodai SPBUN PTPN-I Periode 2021-2026 | | Lintas Blangkejereren Aceh Lumpuh Total Akibat Longsor | | TNI Bantu Pemerintah Desa Atasi Sampah yang Menutupi Badan Jalan | | Babinsa Lakukan Pendampingan Terhadap Petani Cabai di Aceh Utara
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Senin, 17 Mei 2021
 
Mantan Oknum BPN Inhul Diduga Lakukan Pungli Sertifikat 
Editor: | Rabu, 16-05-2018 - 10:01:28 WIB

ILUSTRASI
TERKAIT:
 
  • Mantan Oknum BPN Inhul Diduga Lakukan Pungli Sertifikat 
  •  

    RENGAN,  RIAUKontraS.com - Kepala Badan Pertahanan Nasional (BPN) kabupaten Indragiri Hulu membenarkan oknum pegawai yang melakukan pungutan sertifikat prona 2016 tersebut, pernah bertugas di Inhu.Tahun 2017,Ia di pindah tugaskan ke BPN kabupaten Indragiri Hilir(tembilahan) Riau, atas ulahnya kepada Masyarakat desa semelinang darat kecamatan peranap geram.Selasa(15/05/18)

    Azwar, kepala BPN Indragiri Hulu saat dikonfirmasi melalui selulernya mengatakan,ia tidak mengetahui ada pungutan di desa semelinang darat  kecamatan peranap sebesar Rp.2.500.000/persilnya untuk pengurusan sertifikat prona di tahun 2016,karna,saya baru menjabat sebagai kepala BPN Inhu,ucapnya

    Sisi lain, kepala BPN juga mengatakan pegawai yang disebut-sebut oleh kepala Dusun satu semelinang darat yang bernama Sukiman pernah tugas di BPN Inhu,dan kini ia di pindah tugaskan ke BPN kabupaten Indragiri Hilir(Tembilahan).

    Hal ini, Azwar juga berjanji pekan depan, Senin 21/05/18 akan mengecek surat milik masyarakat tersebut sudah siap apa belum,karna saya masih diluar kota.tambahnya

    Menindak lanjuti pemberitaan yang telah terbit di media ini, Senin 14/05/18, bahwasanya masyarakat tempatan telah dikenakan biaya 2.500.000/persil, pengurusan sertifikat tersebut melalui kadus semelinang darat.

    Masyarakat mengatakan, permasalahan ini menjadi bahan pembicaraan warga tempatan karna hampir dua tahun surat tersebut tidak juga rampung kata salah seorang warga bernama Idir.

    "Sekitar 50 Kepala Keluarga desa semelinang darat sampai saat ini belum menerima sertifikat yang ia urus melalui perangkat desa " kesal Idir saat dikonfirmasi.

    Kejaksaan Republik Indonesia kabupaten Indragiri Hulu, Rengat melalui kasi Intel Jaksa. Nugroho Wisnu.SH mengatakan, apabila memang ada pungutan liar dalam program pembuatan sertifikat tanah yang semestinya gratis pasti akan kami tindak lanjuti,tungkasnya.

    Hamdan


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Mantan Oknum BPN Inhul Diduga Lakukan Pungli Sertifikat 
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    3 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    4 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    5 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    6 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    7 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    8 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    9 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    10 Mayat Siswi SMP Diduga Korban Pemerkosaan Ditemukan Setengah Bugil di Riau
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2021 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved