www.riaukontras.com
| TNI-Polri Sekat Pengunjung Objek Wisata di Aceh Timur | | 28 Rumah di Kutacane Terendam Banjir, TNI Evakuasi Warga | | Saiful Zahri dan Rusli Achmad SE Nakhodai SPBUN PTPN-I Periode 2021-2026 | | Lintas Blangkejereren Aceh Lumpuh Total Akibat Longsor | | TNI Bantu Pemerintah Desa Atasi Sampah yang Menutupi Badan Jalan | | Babinsa Lakukan Pendampingan Terhadap Petani Cabai di Aceh Utara
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Senin, 17 Mei 2021
 
Akibat Tunggakan Uang Sekolah tak Bisa Bayar, Siswa dengan Kepsek SMA 2 Rakit Kulim "Adu Jotos"
Editor: | Senin, 18-03-2019 - 13:51:13 WIB


TERKAIT:
 
  • Akibat Tunggakan Uang Sekolah tak Bisa Bayar, Siswa dengan Kepsek SMA 2 Rakit Kulim "Adu Jotos"
  •  

    INHU, RIAUKontraS.com - Kekurangan membayar tunggakan uang Sekolah menimbulkan perkelahian antara siswa dengan Kepala Sekolah, Andrinata duduk di kelas III SMA Negeri 2 Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau harus keluar dari ruangan kelas yang disuruh oleh Yana (guru sekolah) dan tidak bisa mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), kejadian itu terjadi pada Rabu 13 Maret 2019.

    Tunggakan uang sekolah yang harus dilunasi orangtua murid sebanyak Rp740 ribu. Tetapi disaat itu ekonomi orangtua Andrinata dalam kesulitan hanya memiliki uang Rp500 ribu, dasar inilah anak saya tidak diperbolehkan mengikuti USBN, kata Farida (orangtuanya) saat ditemui Sawitplus di Rumahnya di Desa Petonggan pada Minggu 17 Maret 2019 malam.

    Hal ini, untuk menutupi kekurangan yang harus dilunasi. Farida cari pinjaman ke Desa dimana ia tinggal, namun Andrinata yang sudah di dalam kelas untuk ujian disuruh keluar oleh guru bernama Yana. "Silahkan keluar. Kamu enggak boleh ikut ujian sebelum tunggakan uang sekolah dan iuran OSIS lunas sampai bulan Juni," pinta Yana.

    Diusir seperti itu, Andrinata keluar sambil melontarkan kata, "Sekolah ini benar-benar enggak punya toleransi," rutuknya. Mendengar ucapan Andrinata seperti itu, Yana langsung melaporkan ke Kepsek (Kepala Sekolah), Bambang Fajrianto naik pitam dan marah kepada Andrinata.

    " Gaya pak Bambang memarahin saya seperti Preman, makanya saya ajak duel satu lawan satu, Bambang menyuruh saya memukul, tetapi saya cuma mencekik lehernya saja, itupun karena kesal," tutur Andrinata yang duduk disamping orangtuanya (Farida).

    Untuk menghindari terjadinya perkelahian, Ardinata pergi kearah kantin Sekolah. Namun, Kepsek mengikuti Ardinata dari belakang sambil menelpon pihak kepolisian agar saya ditahan. Saya hanya ucapkan kepada Kepsek ," bapak tak punya mata ya, orangtua saya sudah datang ke sekolah melunasi tunggakan, Kepsek langsung spontan menjawab ucapan itu dan berkata lantang, mata kepala bapak kau, ucap Kepsek langsung memukul saya.

    Atas pukulan itu, Ardinata langsung melakukan perlawanan dan terjadi perkelahian. Warga yang melihat kejadian itu langsung menarik saya supaya tidak terjadi perkelahian yang patal, ujar warga yang melihat kejadian itu.

    "Saya sakit hati almarhum ayah saya dihina, makanya saya balas memukulnya," ujar Andrinata.

    Farida yang sudah kembali lagi ke sekolah untuk melunasi sisa tunggakan kaget mendapati anaknya sudah duel dengan kepala sekolah.

    "Saat itu saya langsung minta maaf sama kepala sekolah. Tapi kepala sekolah tak mau. Dia tetap mau melaporkan anak saya ke polisi," katanya.

    Sejak M Hatta, suami Farida meninggal dua tahun lalu lantaran diabetes, Andrinata yang bungsu dari tiga bersaudara itu, lebih sering murung dan gampang tersinggung.

    "Dia mudah tersinggung kalau dibahas soal mendiang ayahnya, dia sangat sayang sama ayahnya," kata Farida. Mata perempuan ini berkaca-kaca.

    Terkait apa yang sudah terlanjur dilakukan Andri kata Farida, dia berharap kepala sekolah membuka pintu maaf untuk anaknya.

    "Kalau kasus ini berlanjut, biarlah saya yang dipenjara, jangan anak saya. Dia masih punya masa depan yang panjang untuk memenuhi wasiat ayahnya menjadi ustadz," ujar Farida.

    Lagi-lagi Bambang tidak berkenan memberikan komentar, ketika dikonfirmasi awak media, dia meminta agar masalah ini tidak dipublikasikan lantaran sudah diserahkan kepada Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).

    Namun, atas pemukulan yang dilakukan Ardinata, Bambang dalam hal ini tetap membuat laporan penganiayaan itu ke Polsek Kelayang Kabupaten Inhu, Riau

    (Dan)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Akibat Tunggakan Uang Sekolah tak Bisa Bayar, Siswa dengan Kepsek SMA 2 Rakit Kulim "Adu Jotos"
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    3 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    4 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    5 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    6 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    7 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    8 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    9 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    10 Mayat Siswi SMP Diduga Korban Pemerkosaan Ditemukan Setengah Bugil di Riau
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2021 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved