www.riaukontras.com
| TNI-Polri Sekat Pengunjung Objek Wisata di Aceh Timur | | 28 Rumah di Kutacane Terendam Banjir, TNI Evakuasi Warga | | Saiful Zahri dan Rusli Achmad SE Nakhodai SPBUN PTPN-I Periode 2021-2026 | | Lintas Blangkejereren Aceh Lumpuh Total Akibat Longsor | | TNI Bantu Pemerintah Desa Atasi Sampah yang Menutupi Badan Jalan | | Babinsa Lakukan Pendampingan Terhadap Petani Cabai di Aceh Utara
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Senin, 17 Mei 2021
 
Program KKPA itu Tidak Gratis, Tapi Bayar
Editor: | Kamis, 18-07-2019 - 08:59:36 WIB


TERKAIT:
 
  • Program KKPA itu Tidak Gratis, Tapi Bayar
  •  

    PELALAWAN, RIAUKontraS.Com - Menyikapi pemberitaan disalah satu media online dengan judul "MELALUI PROGRAM KKPA KEHADIRAN PT MUSIM MAS DONGKRAK PEREKONOMIAN MASYARAKAT"salah satu tokoh pemuda Talau,angkat bicara.

    Tokoh pemuda,Rawin.SH, yang biasa dipanggil Awan, menjelaskan melalui akun grup jeritan anak negeri, rabu(17/7/2019) bahwa Perlu diketahui oleh semua masyarakat, khususnya Wilayah pangkalan Kuras dan sekitarnya, bahwa Pola KKPA  ini adalah milik masyarakat, karena mulai dari Tanah, biaya semua itu datang dari masyarakat ,tidak ada perusahaan yang memberikan secara cuma cuma.

     "Yang cuma cuma adalah hutan rakyat yang di HGU kan oleh perusahaan, Perusahaan hanya mengambil buahnya saja, karena masyarakat itu berutang kepada perusahaan", jelas mas awan yang murah senyum ini.

    Dalam hal ini saya tidak setuju dengan nama program perusahaan, karena untuk meminta kepada perusahaan pola KKPA penuh tantangan dari luar dan dalam masyarakat.

    Terkadang harus melakukan orasi, demo, dan lain sebagainya. Jadi mohon kepada masyarakat agar paham pola KKPA," Itu tidak gratis.. Tapi bayar.."geram mas awan.

    Sama halnya dengan gomgom Simanjuntak, ketika awak media ini meminta pendapatnya tentang pemberitaan yang berjudul
    " MELALUI PROGRAM KKPA KEHADIRAN PT MUSIM MAS DONGKRAK PEREKONOMIAN MASYARAKAT", Gomgom menjelaskan dengan tegas bahwa " Yang cuma-cuma itu adalah hutan rakyat yang di HGU kan oleh PT Musim mas, yang artinya perusahaan hanya mengambil buahnya saja, sementara masalah pelanggaran peraturan di abaikan.

    Dahulu izin Musim Mas menanam karet tapi dengan syarat perusahaan harus membuat pola PIR Trans, namun izin itu berobah menjadi lahan HGU yang keseluruhan lahan itu dikuasai Musim Mas, sementara PIR Trans yang sesuai izin tersebut malah diabaikan.

    Padahal kalau PIR Trans tidak dilakukan oleh perusahaan Musim Mas seperti tertulis dalam izinnya (Musim Mas) tersebut maka izin perusahaan harus dicabut.

    "Sejarahnya awalnya PIR Trans tanaman yang harus mereka tanam adalah karet namun belakangan berobah jadi sawit sementara dari penetapan izin HGU 1993 PIR Trans tersebut tidak muncul lagi sampai sekarang," ujar gomgom.

    Sesuai surat pengajuan pengunduran diri sebagai peserta proyek PIR-TRANS dari mentri pertanian  No. KB. 320./211/mentan/IV/1990 tertanggal 7-April-1990 Artinya PT Musim Semi Mas atau Musim Mas ini sudah menipu masyarakat secara mentah mentah.

    Tambahnya lagi "Bagaimana tidak kebun PIR-TRANS yang di tunggu tunggu masyarakat sampai saat ini tidak kunjung terealisasi".

    Gomgom menjelaskan lagi Praduga dan analisa saya  dalam proses pengurusan pengunduran diri pihak PT Musim Semi Mas atau Musim Mas dari peserta proyek PIR-TRANS sesuai No. KB. 320./221/MENTAN/IV/1990. Tertanggal 7-april-1990. Bermasalah ungkap tokoh masyarakat asal Purba Sinomba ini dengan nada kecewa.

    " Saya sangat menyangkan sikap mentri pertanian (MENTAN) saat itu yakni bpk Ir. Wardojo yang menyetujui surat pengunduran diri pihak PT Musim Semi Mas atau Musim mas dari peserta proyek PIR-TRANS tanpa melihat dan menimbang posisi masyarakat tutupnya.(DN)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Program KKPA itu Tidak Gratis, Tapi Bayar
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    3 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    4 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    5 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    6 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    7 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    8 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    9 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    10 Mayat Siswi SMP Diduga Korban Pemerkosaan Ditemukan Setengah Bugil di Riau
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2021 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved