www.riaukontras.com
| Kembali Satres Narkoba Polres Bengkalis Amankan TP Narkotika Jenis Shabu Desa Pangkalan Batang | | Demi Masyarakat, Polres Bengkalis Setiap Hari Turunkan Tim Beri Himbauan Prokes di Roro Air Putih | | Sudah 2 Bulan Jalan Kantor Bupati Kampar Gelap Gulita | | Pantau Harga Kebutuhan Pokok, TNI Turun Lansung ke Pasar | | Drama Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi Dana Pembangunan DIC Bengkalis Rp38 Milyar Dipertanyakan | | Darem 011 Lilawangsa dan Kejari Lhokseumawe Gelar Donor Darah
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Selasa, 18 Mei 2021
 
Merasa Terzalimi, Kontraktor ini Ungkap Dugaan Praktik Culas Proyek APBN di Pelalawan
Editor: | Selasa, 05-03-2019 - 17:20:37 WIB


TERKAIT:
 
  • Merasa Terzalimi, Kontraktor ini Ungkap Dugaan Praktik Culas Proyek APBN di Pelalawan
  •  

    PEKANBARU, RIAUKontraS.com - Pembangunan gedung instalasi rawat inap  RSUD Pelalawan, Provinsi Riau senilai Rp10,3 miliar yang bersumber dari APBN melalui dana alokasi khusus diduga dihambat pemerintah.

    Saat ini, gedung setinggi dua lantai telah berdiri tegak dengan perkembangan penyelesaian mencapai 63 persen.

    Sesuai rencana awal, gedung tersebut akan dimanfaatkan untuk penanganan pasien THT, mata dan syaraf yang saat ini sangat dibutuhkan masyarakat Pelalawan. Pembangunan sendiri dilakukan oleh perusahaan kontraktor besar di Bumi Lancang Kuning, Riau, PT Satria Lestari Multi (SLM).

    Ceo Pt. SLM, Asep Suparman kepada wartawan dalam Jumpa Pers di Pelalawan, Selasa, membenarkan jika pembangunan tersebut mengalami keterlambatan. Namun, dia mengatakan sikap tidak profesional Pemda Pelalawan, yang diduga ditunjukkan sejak awal pembangunan menjadi pemicu terancam terhentinya pembangunan tersebut.

    "Selama saya mengerjakan proyek, baru kali ini berhadapan dengan situasi seperti ini. Pemerintah Daerah Pelalawan seolah-olah tidak ingin bangunan ini selesai," kata Asep yang langsung memberikan keterangan di lokasi gedung tersebut. 

    Asep melihat sejumlah kejanggalan sejak awal memenangkan dan mulai mengerjakan proyek miliaran rupiah tersebut pada Juli 2018 lalu. Kejanggalan pertama, surat kontrak fisik didapat sekitar dua bulan, setelah tender dimenangkan dan pembangunan dijalankan.

    "Kontrak fisik kita dapat setelah dua bulan proyek berjalan. Itu pun kita yang terus berupaya mengejar dan menyurati instansi terkait. Meski akhirnya kita dapat di ULP (unit layanan pengadaan)," ujarnya.

    Kejanggalan berikutnya, pada saat awal akan melakukan pengerjaan, Pemda Pelalawan justru belum menentukan lokasi gedung yang akan dibangun, meski kemudian pembangunan ditunjuk pada bagian belakang RSUD Selasih.

    "Menentukan tempat ini saja, kita yang kejar," lanjutnya.

    Selanjutnya, ketika pembangunan sudah mencapai 48 persen, dan kontrator berniat untuk mengajukan pencairan anggaran DAK termin pertama, Pemda Pelalawan mengaku anggaran belum ada.

    Akibatnya, pembangunan menjadi tersendat, meski dalam perkembangannya pembangunan terus berlanjut dengan tanpa kejelasan hingga mencapai lebih dari 60 persen.

    "Oktober sudah 48 persen, namun dengan ketidak jelasan kita tetap teruskan pembangunan. Dua bulan kemudian termin baru cair, pada Desember," tuturnya.

    Dengan keterlambatan tersebut, maka PT SLM langsung mengajukan perpanjangan pengerjaan 90 hari. Pemda Pelalawan melalui pejabat pembuat komitmen (PPK) menyetujui perpanjangan tersebut.

    Belakangan, lanjutnya, ketika pembangunan kembali dilanjutkan, Pemda Pelalawan yang telah memberikan izin justru menyatakan kontrak perpanjang tidak sah dan meminta pemutusan kontrak.

    "Pada saat pekerjaan, kami dapat surat harus putus kontrak. Kita bingung, mereka yang berikan izin mereka yang permasalahkan. Ada upaya sistemasi untuk membuat kerja kita tidak tenang," kata Asep kesal.

    Bahkan, sejak ada permintaan proyek ini dihentikan, Asep mengaku tidak pernah mendapat surat resmi pemutusan tersebut.

    "Sekarang Pemda mendengungkan seolah-olah kami yang salah karena pembangunan terhenti. Patut diduga indikasi upaya oleh beberapa oknum pejabat di lingkungan Pemkab Pelalawan, untuk bagaimana bangunan ini tidak jadi," tegasnya.

    Asep menilai seakan-akan hal tersebut sengaja diciptakan agar terjadi pemutusan kontrak. Dengan demikian maka pihak penyedia jasa bisa kembali menunjuk rekanan baru yang sebelumnya sudah dipersiapkan oleh "mereka" karena menganggap PT Satria Lestari Multi tidak mampu menuntaskan tanggung jawabnya selaku pemenang tender tersebut.

    Pemda Pelalawan Segera Putuskan Kelanjutan Proyek, Selang tiga bulan menggantungkan kelanjutan pembangunan RSUD Selasih, Pemda Pelalawan menyatakan baru akan memutuskan kelanjutan pembangunan proyek tersebut pekan ini.

    Kepala Dinas Kesehatan Pelalawan Asril dikonfirmasi mengatakan dirinya baru berkoordinasi dengan pejabat pembuat komitmen (PPK) yang bertanggung jawab pengerjaan gedung tersebut hari ini.

    "Kata PPK, dia akan melihat perhari ini dan mungkin sudah ada keputusan terkait proyek tersebut," kata Asril.

    Mengenai dugaan upaya penjegalan pembangunan tersebut, Asril mengklaim Pemda Pelalawan serta PPK yang ditunjuk telah dilakukan sesuai aturan.

    "Dengan sudah ada kontrak, lelang, semua prosedur telan dijalankan. Kontrak itulah pedoman kita melaksanakan kegiatan itu. Pembangunan RSUD itu dilimpahkan ke RSUD, dan otomatis seluruh aktivitas dikelola PPK dan KPA," jelasnya.

    Selain itu, dia juga menyebut jika pemberian izin perpanjangan proyek yang selanjutnya ada permintaan pembatalan sepenuhnya wewenang PPK.

    Dia mengaku Dinas Kesehatan hanya berperan sebagai pengawas, sementara kewenangan sepenuhnya ada ditangan PPK yang saat ini sekaligus kuasa pengguna anggaran (KPA).


    Sumber: Beritasatu.com

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Merasa Terzalimi, Kontraktor ini Ungkap Dugaan Praktik Culas Proyek APBN di Pelalawan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    3 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    4 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    5 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    6 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    7 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    8 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    9 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    10 Mayat Siswi SMP Diduga Korban Pemerkosaan Ditemukan Setengah Bugil di Riau
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2021 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved