www.riaukontras.com
| Rahma Berikan bantuan Paket Sembako ke Masyarakat Sei Jang | | Muscab Ke-V, Iwan Taruna Dikukuhkan Sebagai Ketua DPC PKB Inhil Periode 2021-2026 | | Satreskrim Polres Inhil Berhasil Ungkap Pelaku Pembunuhan di Mandah | | Kesigapan Petugas Polisi Saat Tugas Penyekatan PPKM, Bantu Ibu Hamil Yang Mau Melahirkan Dijalan | | Polri Peduli Negeri, Polda Bersama BEM Se Riau Gelar Baksos di Rumbai | | Yayasan Pendidikan Dharma Tunas Bangsa di Somasi SPI
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Jum'at, 30 Juli 2021
 
Komnas-PA Riau Kirim Surat Ke Penyidik Polda, Terkait Kasus Dugaan Human Trafficking
Editor: Indra | Selasa, 15-06-2021 - 19:18:03 WIB


TERKAIT:
 
  • Komnas-PA Riau Kirim Surat Ke Penyidik Polda, Terkait Kasus Dugaan Human Trafficking
  •  

    Pekanbaru, RIAUkontraS.com - Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas-PA) Prov Riau, Dewi Arisanty, mengirim surat nomor : 90/komaspa-riau/VI/2021 tanggal 14 juni 2021 mempertanyakan tindak lanjut penyidikan oleh Polda Riau dalam kasus laporan dugaan perdagangan manusia (human trafficking) berupa penjualan bayi yang diduga melibatkan lembaga Calon Orang Tua Asuh (Cota) dan oknum Bidan (DN) di Pekanbaru, Riau.

    Sebelumnya Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Riau dengan Dinas Sosial, Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Riau, orang tua kandung (KR), orang tua asuh di ruang rapat BRSAMPK Rumbai, orang tua asuh sepakat mengembalikan anak laki-laki tersebut ke KR.

    "Kita mempertanyakan kapan Polda mengadakan gelar perkara dengan kita, dan kapan penetapan tersangka," kata Dewi dikonfirmasi Selasa (15/06/2021) melalui telphon selulernya. Kemudian kata Dewi, "seperti apa Polda Riau (Ditkrimum) untuk menetapkan tersangka tersebut".

    Dugaan kasus kejahatan human trafficking ini diketahui sebelumnya setelah Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Riau, mendapatkan informasi dari ibu bayi KR yang melaporkan bahwa "anaknya berpindah tangan pada orang lain yang belum dikenalnya".

    "Saat itu, KR yang tengah mengandung 6 bulan meminta tolong kepada salah satu oknum bidan di Klinik yang berada di Simpang Tiga Pekanbaru untuk mencarikan "orang tua sambung" bayinya jika lahir kelak," ucap Dewi.

    Oknum bidan tersebut mengiyakan permintaan dari KR dengan dalih akan ada pasangan suami istri yang akan mengadopsi anaknya nanti. "Nah saat KR melahirkan anak laki-laki, KR meminta DN mencarikan orang tua asuh anaknya tersebut karena malu membawa pulang," tambah Dewi.

    Akhirnya KR menitipkan anak laki-laki ke bidan DN sembari berharap ada "orang tua sambung" sementara yang akan membesarkan anaknya nanti. "Namun terjadi salah persepsi, setelah anaknya dititipkan dan berencana melihat kondisi anak, dia mendapati anaknya sudah tidak ada ditempat (klinik bidan)," ujar Dewi.

    KR akhirnya mendesak DN siapa orang tua asuh anaknya. DN yang merasa didesak meminta uang yang pernah diberikan kepada KR. DN juga mengancam jika ingin anaknya kembali balikan uang yang telah diberikan kepada KR.

    "Merasa dirugikan, KR membuat laporan kepada Komnas PA Riau, dan pihak Komnas PA berkoordinasi dengan Dinas Sosial," sambung Dewi.

    Ditengah perkara, Komnas PA Riau sedikit mengalami permasalahan, dimana oknum bidan tersebut sudah tidak kooperatif dengan malapor ke Dinas Sosial, bahkan tragisnya sang oknum bidan mempertanyakan ke absahan dari Komnas PA Riau dalam melakukan pengungkapan kasus tersebut. 

    "Dia (oknum bidan) datang sendiri ke Dinas Sosial, dan kembali mempertanyakan keabsahan saya, padahal dari awal sudah kami jelaskan. Sampai dia bersikeras kalau saya akan dipanggil Dinas Sosial," jelas perwakilan Arist Merdeka Sirait di Prov Riau itu. 

    Dari mediasi oleh pihak Denpom TNI dan orang tua kandung dipertemukan dengan pengacara Calon Orang Tua Asuh (Cota). Sayang pertemuan tersebut juga tidak membuahkan hasil, lantaran pengacara dari Cota meminta uang tebusan sejumlah Rp 100 juta dan ini di luar kemampuan orang tua kandung. 

    "Nah ini yang patut dipertanyakan, atas dasar apa pengacara itu meminta uang Rp 100 juta dan berdalih uang tersebut untuk biaya perawatan anak," pungkasnya.

    Hingga berita ini dilansir Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto, dikonfirmasi belum menjawab. (Tim/red)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Komnas-PA Riau Kirim Surat Ke Penyidik Polda, Terkait Kasus Dugaan Human Trafficking
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    5 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    6 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    7 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    8 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    9 "MEMORI" Dari Sisilah Marga Gea
    10 Mayat Siswi SMP Diduga Korban Pemerkosaan Ditemukan Setengah Bugil di Riau
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2021 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved