www.riaukontras.com
| TNI-Polri Sekat Pengunjung Objek Wisata di Aceh Timur | | 28 Rumah di Kutacane Terendam Banjir, TNI Evakuasi Warga | | Saiful Zahri dan Rusli Achmad SE Nakhodai SPBUN PTPN-I Periode 2021-2026 | | Lintas Blangkejereren Aceh Lumpuh Total Akibat Longsor | | TNI Bantu Pemerintah Desa Atasi Sampah yang Menutupi Badan Jalan | | Babinsa Lakukan Pendampingan Terhadap Petani Cabai di Aceh Utara
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Senin, 17 Mei 2021
 
Sayuti, Warga Marpoyan Damai Ribut dengan Dishub, Berujung Tembok Penutup Jalan
Editor: | Minggu, 18-04-2021 - 07:34:43 WIB


TERKAIT:
 
  • Sayuti, Warga Marpoyan Damai Ribut dengan Dishub, Berujung Tembok Penutup Jalan
  •  

    Pekanbaru, Riaukontras.com - Jalan di Pekanbaru ditutup warga dengan tembok setinggi 2 meter. Hal ini terjadi setelah warga yang punya tanah di lokasi itu terlibat keributan dengan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) setempat.

    Jalan yang ditutup tembok itu berada di Kelurahan Perhentian Marpoyan Damai, Pekanbaru. Tembok setinggi 2 meter dibangun di tengah jalan sehingga membuat kendaraan ataupun orang tak bisa melintas.

    Pantauan wartawan, Kamis (15/4/2021), pengendara yang hendak melintas di jalan itu harus berputar balik. Jalan itu biasanya dilalui kendaraan yang akan melintas dari Jl Kartama menuju simpang Marpoyan-Pasir Putih.

    "Ini sudah seminggu ditembok, kami warga di sini nggak bisa lewat lagi. Padahal ini kan jalan masyarakat, jalan kita bersama," ucap seorang warga, Yasin.

    Warga mengaku kecewa terhadap aksi si pemilik tanah. Menurut warga, penutupan jalan itu dilakukan sepihak.

    "Tidak ada musyawarah, langsung ditutup pakai tembok tinggi. Penutupan ini setelah ada keributan pemilik tanah dengan Dinas Perhubungan," kata warga lain, Endang.

    Berawal dari Cekcok Pemilik Tanah dengan Petugas Dishub

    Ketua RW setempat, Rahmat, mengungkap pemicu pemilik tanah membangun tembok di lokasi itu. Dia mengatakan penutupan jalan dilakukan oleh warganya bernama Sayuti, yang mengklaim kalau jalan itu masuk sebagai tanah yang dibeli oleh istrinya.

    "Sudah 12 tahun jalan ini jadi akses warga sekitar. Hari ini kita lihat, jalan ditutup oleh tembok, katanya jalan ini adalah miliknya (Sayuti)," kata Rahmat.

    Rahmat juga mengatakan telah berkomunikasi dengan Sayuti. Namun Sayuti disebut tak mau menuruti saran agar tembok itu tak dibangun di tengah jalan.

    "Saya sangat kenal Sayuti. Dia bilang masih ada hubungan keluarga dan saya bilang iya ada hubungan keluarga. Tapi soal menutup jalan saya bilang jangan, tetap ditutup," ujar Rahmat.

    Rahmat mengatakan ada dua alasan Sayuti membangun tembok itu. Alasan pertama, katanya, Sayuti sempat ribut dengan petugas Dishub.

    Keributan itu berawal ketika Sayuti menanyakan pemasangan lampu lalu lintas di persimpangan Marpoyan-Pasir Putih. Sayuti, kata Rahmat, bertanya alasan pemasangan lampu lalu lintas di lokasi itu ke petugas Dishub.

    "Dia (Sayuti) tanya kenapa dipasang lampu merah, kebetulan saat itu ada orang Dinas Perhubungan. Orang dinas bilang 'kenapa memangnya, ini sering macet jadi dipasang lampu merah'," kata Rahmat menirukan percakapan Sayuti dan petugas Dishub.

    Sayuti kemudian marah. Dia mengungkit jalan yang telah diaspal itu berada di lahan miliknya. Keributan kembali terjadi antara Sayuti dan pengendara lain.

    "Kedua, dia mau mundur dari lahannya itu. Mundur tidak bisa karena ada kendaraan di belakangnya dan ribut lagi. Jadi dia bilang 'kenapa, ini tanah saya' dan dijawab sama pengendara itu, 'kalau ini jalan kamu, tutup saja'," kata Rahmat.

    Ucapan pengendara yang berdebat dengan Sayuti itu kemudian menjadi kenyataan. Sayuti benar-benar menutup jalan itu dengan tembok 2 meter.

    "Minggu lalu dipotong pohon, kami kira itu hanya pohon saja dipotong. Ternyata ada pemasangan tembok beton, kami ya tidak bisa berbuat apa-apa," katanya.

    "Memang ada sertifikat tanah. Tapi semua punya sertifikat itu, samping kiri dan depan dia semua ada sertifikat, itu batasnya jalan ini. Makanya kita heran, diminta bukti tidak mau tunjukkan," pungkas Rahmat.


    Sumber: detik.com


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Sayuti, Warga Marpoyan Damai Ribut dengan Dishub, Berujung Tembok Penutup Jalan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    3 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    4 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    5 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    6 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    7 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    8 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    9 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    10 Mayat Siswi SMP Diduga Korban Pemerkosaan Ditemukan Setengah Bugil di Riau
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2021 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved