www.riaukontras.com
| Kapolri Larangan Mudik Hari Raya Idul Fitiri 1442 H, Upaya Tepat Mengantisipasi Lonjakan Covid-19 | | Ketum Senkom Mitra Polri Audiensi Perpanjangan MoU dengan Basarnas | | Sosok Kartini Muda Masa Kini Kuatan Singingi | | Wakapolres Rohil Cek Pos PPKM Mikro dan Serahkan Sembako ke Warga Positif Covid-19 | | DPW SPI Propinsi Riau Berikan Mandat Kepada Pengurus DPC SPI Kabupaten Pelalawan | | Mohon Diri Kepada Segenap Masyarakat Pelalawan, Memasuki Masa Purna Tugas
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Kamis, 22 April 2021
 
Diduga PT Timah Merekayasa Laporan Keuangan Sebesar Rp 386,5 Miliar
Editor: Indra | Selasa, 26-01-2021 - 16:47:52 WIB


TERKAIT:
 
  • Diduga PT Timah Merekayasa Laporan Keuangan Sebesar Rp 386,5 Miliar
  •  

    Bangka Belitung, RIAUkontraS.com - Selisih penyimpangan laporan hasil pemeriksaan keuangan PT. Timah Tbk dan entitas anaknya masih menjadi Pertanyaan yang belum terjawabkan, jawaban atas surat konfirmasi meminta klarifikasi media Mapikor terkait Selisih penyimpangan laporan keuangan PT. Timah Tbk dan entitas anak Tahun 2019.

    Hal itu diungkapkan oleh M Nasir Bin Umar selaku Dewan Pembina Lembaga Swadaya Masyarakat Korups(LSM) Indonesia Investigasi Korupsi (IIK) kepada Pers Babel, atas jawaban yang diberikan oleh PT. Timah Tbk, dan tidak masuk pada substansi pertanyaan yang diajukan media Mapikor. 

    " Diduga kuat selisih penyimpangan tersebut bertujuan untuk menutupi kebocoran agar Neraca Hasil Pemeriksaan menjadi Balance, sehingga terindikasi adanya korupsi pada Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan PT. Timah Tbk dan entitas anaknya pada tahun anggaran 2019, yang merugikan Negara sebesar Rp.386.595.000.000." Ungkap M Nasir saat dihubungi oleh Pers Babel, Selasa (26/01/2021). 

    Menurut Nasir yang juga Pimpred Media Mapikor mengatakan perbuatan merekayasa laporan keuangan adalah perbuatan melanggar hukum, termasuk melakukan pembohongan publik, oleh sebab itu dalam waktu medianya bersama melalui LSM IIK  Bidang Pemantau Laporan Keuangan berencana akan melaporkan temuan Rekayasa Laporan Keuangan ini ,kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bahkan ketua bidang Tim Pemantau siap untuk presentasikan bahkan bertanggungjawab atas temuan tersebut.

    Berdasarkan kajian yang dipelajari oleh timnya rekayasa laporan keungan yang dimaksud untuk menutupi kebocoran adalah sebagai berikut:

    1. Menaikkan Nilai Buku Piutang Usaha dan Piutang lain-lain dengan melakukan Pemulihan Provisi Penurunan Nilai Piutang Usaha sebesar Rp. 1.083.000.000,-

    Dengan adanya pemulihan ini, maka nilai piutang usaha naik yaitu dengan menurunkan cadangan provisi penurunan sebesar Rp. 1.083.000.000,-

    2. Menurunkan nilai persediaan sebesar Rp.106.953.000.000,-yaitu dengan cara melakukan penambahan cadangan provisi penurunan nilai yang bersifat transaksi tunggal, yaitu sebesar Rp.106.953.000.000,- dengan menambah provisi penurunan nilai ini maka nilai persediaan akhir akan turun sebanding dengan penambahan provisi penurunan nilai persediaan.

    Transaksi ini bersifat tunggal dikarenakan tidak ada pengakuan biaya pada laporan laba rugi maupun catatan laporan keuangan atas provisi penurunan nilai persediaan sebesar Rp.106.953.000.000,-

    3. Menurunkan Nilai Buku Aset Properti Pertambangan sebesar Rp.246.293.000.000,- yaitu dengan cara menaikkan Nilai Akumulasi Penyusutan dan Selisih tersebut Tidak Ada Dalam Laporan Laba Rugi maupun Catatan Laporan Keuangan.

    Beban Penyusutan yang disajikan pada Laporan Laba Rugi adalah sebesar Rp. 847.676.000.00,- sedangkan Beban Penyusutan yang disajikan pada Daftra Aset + (ditambah) dengan Beban Penyusutan pada Properti Pertambangan adalah sebesar Rp.1.093.969.000.000,- yaitu dari Rp. 818.781.000.000,- + Rp. 275.188.000.000,- dengan demikian Beban Penyusutan pada Daftar Aset Tetap + (ditambah) Beban Penyusutan Properti Pertambangan Lebih Besar dari pada Beban Penyusutan yang disajikan pada Catatan Laporan Keuangan (LabaRugi) selisih tersebut sebesar Rp.246.293.000.000,-

    Menurunkan Nilai Akhir Saldo Kas sebesar Rp. 34.792.000.000,- yaitu dengan cara menyajikan Transaksi Tunggal dengan menyajikan :

    Direklasifikasi KeDimiliki Untuk Dijual Rp. 6.288.000.000,-

    Pengaruh Kurs Valuta Asing Atas Kas Rp. 28.504.000.000,-

    Penyajian kedua pos ini bersifat tunggal, hal ini dikarenakan Pada Laporan Laba Rugi dan Catatan Laporan Keuangan tidak ada beban atas selisih kas dan setara kas tersebut.


    Dengan demikian Laporan Keuangan PT. Timah Tbk Dan Entitas Anak yang telah di audit oleh Kantor Akuntan Publik “PWC” Tanu diredja, Wibisana, Rintis dan Rekan untuk Tahun 2019 terindikasikan telah terjadi Rekayasa Laporan Keuangan yang mana Rekayasa Laporan Keuangan tersebut terindikasikan untuk;


    1. Pembohongi Publik dan Pengguna serta Pihak-Pihak yang berkepentingan dengan Laporan Keuangan PT. Timah Tbk Dan Entitas Anak Tahun 2019.

    2. Dengan Rekayasa Laporan Keuangan Tersebut, maka Neraca menjadi Balance

    3. Manajemen PT. Timah Tbk Dan Entitas Anak tidak dapat membedakan antara Tanggungjawab Akuntan Publik dengan Tanggungjawab Atas Laporan Keuangan.

    4. Sebagai Perusahaan Tbk seharusnya PT. Timah dan Entitas Anak tidak merekayasa Laporan Keuangan.

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Diduga PT Timah Merekayasa Laporan Keuangan Sebesar Rp 386,5 Miliar
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    3 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    4 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    5 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    6 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    7 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    8 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    9 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    10 Mayat Siswi SMP Diduga Korban Pemerkosaan Ditemukan Setengah Bugil di Riau
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2021 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved