www.riaukontras.com
| Sayuti, Warga Marpoyan Damai Ribut dengan Dishub, Berujung Tembok Penutup Jalan | | Pasca Kebakaran 2014 Silam, Gerai Lapak Pangker Resmi Kembali di Fungsikan | | Bupati Siak, Alfedri Sambut Baik Investor di Siak | | Ketua TP PKK Siak, Rasidah Alfedri, Serahkan Sembako Kepada Warga Kurang Mampu | | Peringati Harlah Ke-61, PMII Rohil Gelar Pembagian Takjil Gratis | | Tidak Manusiawi, Peti Mati Berisi Jenazah Dari PT.RSS Diangkut Pakai Dump Truck Reot
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Minggu, 18 April 2021
 
Kasus Mantan Kapolres Sarolangun Berlanjut,
Penyidik Biro Provos MABES POLRI Lakukan Investigasi
Editor: Indra | Rabu, 21-10-2020 - 13:14:56 WIB


TERKAIT:
 
  • Penyidik Biro Provos MABES POLRI Lakukan Investigasi
  •  

    Jambi, RIAUkontraS.com - Tindak lanjut dari laporan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh AKBP Dadan Wira Laksana, Sik, MAP selaku Kapolres Sarolangun dan IPTU BAGUS FARIA, SIK.MH kasat Reskrim Polres Sarolangun Polda Jambi berlanjut. 
    Bahwa Penyidik Utama Biro Provos Divisi Propam Mabes Polri yang di pimpin oleh AKBP Andre Sik, MH bersama dengan Ipda I Made, S.H., MH dan anggotanya sebanyak 4 (empat) orang turun langsung ke Polda Jambi, pada hari senin tanggal 19 Oktober 2020, sekitar jam 13.00 wib untuk melakukan investigasi, sekaligus pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan saksi korban sdr. Kholil Matjunak.

    Bahwa pemeriksaan terhadap saksi korban Kholil Matjunak dalam perkara penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh Kapolres Sarolangun dan Kasat Reskrim IPTU Bagus Faria, SIK, MH, berlangsung dari jam 14.00 wib sampai dengan jam 22.30 wib larut malam. Kholil matjunak menerangkan dengan mendeteil tentang kronologis kejadian. 

    Kholil Matjunak menjelaskan bahwa penangkapan yang dilakukan oleh Kasat Reskrim Polres Sarolangun IPTU BAGUS FARIA, SIK.MH atas perintah dari mantan Kapolres Sarulangun AKBP DADAN WIRA LAKSANA, SIK., MAP dilakukan pada pertengahan bulan maret 2019 lebih kurang 20 (dua puluh) orang personil ditambah dengan preman ALI JUMAT, cs. Namun tidak ada ditangkap satupun pelaku PETI.

    Bahwa dalam tindakan penangkapan tersebutlah menurut Kholil Matjunak terjadi perampasan barang-barang milik korban, berupa handpone android, kalung emas, rokok-rokok, uang tunai, serta penyitaan sepeda motor tanpa dilengkapi serah terima Barang Bukti, barang tersebut diambil dan tidak pernah dikembalikan kepada korban.

    Selain itu karena tak puas karena pelaku PETI tidak ada yang tertangkap, maka Kasat Reskrim dan anggota melakukan tindakan brutal berupa pengrusakan barang-barang milik korban yang berada di lokasi, hingga sampai penembakan keudara serta pembakaran dompeng, gabang, dan paralon milik korban hingga tak dapat dipergunakan lagi. Sehingga korban menderita kerugian lebih jkurang 150.000.000 (seratus lima puluh juta rupiah).

    Ternyata tindakan tersebut tidak berhenti sampai disitu, kemudian pada tanggal 3 juli 2019, dilakukan penangkapan kembali ke lokasi tambang oleh Kasat Reskrim Polres Sarolangun beserta anggota sebanyak lebih kurang 20 (dua puluh) orang, bercampur dengan para preman. Untuk kejadian yang kedua ini, tindakan yang dilakukan oleh kasat Reskrim lebih ganas lagi dari penangkapan awal, dimana barang-barang milik korban di bakar, dirusak, dihancurkan serta dijarah habis-habisan oleh Anggota Polres Sarolangun dengan dibantu Preman, sehingga kerugian korban hingga Rp. 500.000.000 (lima ratus juta rupiah).  
    Bahwa dari kedua penangkapan tersebut, anggota Reskrim Polres Sarolangun sebelumnya melakukan pertemuan di tempat Penambangan Emas Liar Tanpa Izin milik nya ALI JUMAT, yang berjarak sekitar 1 (satu) kilo meter dari lokasi penangkapan Kholil Matjunak yang terletak di Desa Teluk Kecimbung daerah Batu Putih Kecamatan Bhatin VIII Kab. Sarolangun – Provinsi Jambi . dan berkembang kabar bahwa penangkapan tersebut berdasarkan permintaan Ali Jumat yang sakit hati kepada Kholil Matjunak, karena hasil tambang nya tidak sebagus milik korban.

    Selanjutnya Kholil Matjunak menjelaskan bahwa sewaktu penangkapan berlangsung, anaknya hamper jadi korban pembacokan yang dilakukan oleh Ali Jumat, masih untung dihalangi oleh SRIYANTO, sedangkan anggota Polres membiarkan saja kejadian tersebut. 

    Kuat beradar kabar bahwa penangkapam tersebut dibiaya oleh Ali Jumat Cs dengan menyetor / membayar berupa uang operasional kepada Kasat Reskrim dan AKBP DADAN WIRA LAKSANA, SIK., MAP.   

    Ditempat yang berbeda Kuasa Hukum Kholil Matjunak menjelaskan bahwa sungguh tidak profesional Anggota Polri , kalau mendasari penangkapan tersebut hanya berdasarkan orderan/permintaan dengan pemberian uang oleh pelaku PETI seperti Ali Jumat kepada Kapolres dan kasat Reskrim. Kapan lagi Polri ini berubah??

    Selanjutnya Kuasa Hukum menyatakan bahwa  AKBP Dadan Wira Laksana, SIK, MAP, sekarang ini tidak lagi berdinas di Polda Jambi selaku Wadirreskrimum dan sudah pindah ke Baintelkam Mabes Polri di Jakarta, hal ini sangat disayangkan bahwa dalam kondisi masih bermasalah dengan hukum dan disiplin diinternal tubuh Polri, masih bisa mendapatkan job/jabatan untuk mendapatkan kenaikan pangkat Kombes Pol , yaitu sebagai Kasubdit Sosial Kemasyarakatan Ditsosbud Baintelkam Polri. Artinya bahwa bapak Kapolri kecolongan dalam mutasi tersebut, karena kasus ini masih dalam proses penanganan oleh Biro Provos Div Propam Mabes Polri.

    Kuasa hukum menyatakan bahwa akan berkirim surat secara resmi kepada Bapak Kapolri Jenderal Polisi Drs. Idham Aziz, Msi , meminta untuk menonaktifkan sdr. AKBP Dadan Wira Laksana, SIK, MAP dari jabatan tersebut, karena masalahnya dalam laporan penyalahgunaan wewenang yang kami laporkan belum selesai/tuntas diproses secara disiplin internal Polri. Sebagaimana dimaksud dalam pasal 17 ayat (1) dan (dua) Perkadiv No. 2 tahun 2015.

    Sumber : Dr. Yudi Krismen US, SH., MH

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Penyidik Biro Provos MABES POLRI Lakukan Investigasi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    3 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    4 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    5 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    6 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    7 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    8 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    9 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    10 Mayat Siswi SMP Diduga Korban Pemerkosaan Ditemukan Setengah Bugil di Riau
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2021 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved