www.riaukontras.com
| Rehab Lapangan Tenis Batu Ampar Abaikan Peraturan Pemerintah No 50 Tahun 2012 | | Keren..! Sekretariat DPRD Lakukan Rapat Finalisasi Persiapan Hari Jadi Bengkalis ke - 512 | | DPRD Bersama OPD Terkait, Pansus BPBD Finalisasi Draft Ranperda | | Jaga Marwah Adat, Tameng Adat LAMR Mandau Jalin Sinergitas Dengan Aparat Keamanan | | Program Bimtek ke Bali Tak Mencerminkan Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa, Ini Ungkap 2 Ketua LSM | | Desa Kembung Baru Jadi Tuan Rumah di Piala Karang Taruna Rayon Bengkalis Timur Jilid VI
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Rabu, 24 Juli 2024
 
Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Riau
Karmila Sari menjadi narasumber Pada Kiprah dan Potensi Kapemary Bumi Lancang Kuning
Editor: | Senin, 10-06-2024 - 22:00:17 WIB

TERKAIT:
   
 

Pekanbaru, Riaukontras.com - Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Riau Karmila Sari, menjadi narasumber dalam acara Serasehan Sehari Kiprah dan Potensi Kapemary dalam membangun Bumi Lancang Kuning, di Auditorium Perpustakaan Wilayah H Wan Ghalib Provinsi Riau, Senin (10/6/2024).

Turut hadir dalam acara ini Ketua Pertama Kapemary Chaidir, Penggagas Kapemary Wan Muhammad Yunus, dan Moderator Syarifuddin Hadi, serta tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan ini, Karmila menyampaikan bahwa perempuan yang bergabung dalam pemerintahan itu tidak akan muncul tanpa adanya dukungan dari suami, orang tua, dan keluarga. Menurut Karmila, dukungan dari orang-orang terdekat merupakan hal yang sangat berpengaruh dalam prosesnya untuk menjadi bagian dalam pemerintahan.

"Mungkin ini memang sangat berat, tetapi dengan membagi tugas dan waktu dapat mempermudah," ucapnya.

Selain itu, Wakil Komisi V DPRD Provinsi Riau ini juga menyampaikan masalah Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait sawit.

"Hal ini cukup menjadi atensi kita. Ada tiga hal yang menjadi peningkatan PAD kita, yang pertama dari DBH minyak ini sekitar 4,2 Triliun dari APBD provinsi, itu paling besar dari DBH minyak. Yang kedua, pajak kendaraan bermotor mungkin ini sangat dilema tetapi kita berharap kedepannya jangan terjadi macet, segala macam lingkungan dan lain-lain. Tetapi, suka tidak suka pajak terbesar kita terdapat dari pajak kendaraan bemotor. Yang ketiga, tambahan kita yaitu PMK sawit ini adalah aturan yang harus jadi perhatian kita," terang Karmila.