www.riaukontras.com
| Mutakhir Data TPS Lokasi Khusus pada Pilkada 2024, Lapas Bengkalis Ikut Rapat Koordinasi di KPU | | Antisipasi Sebelum Terjadi, Petugas Lapas Bengkalis Cek APAR Secara Berkala | | Dinasti Militer & Bibit Korupsi di Kursi Gubernur Riau | | 10 Muharam, Baznas Kabupaten Siak Gelar Lebaran Yatim | | Keluhan Antrian dari Masyarakat, Komisi II Panggil Dishub Terkait Pelayanan Ro-Ro | | Persiapan Hari Jadi Bengkalis ke-512, Sekwan; Kepanitian Libatkan Seluruh Staf Sekretariat DPRD
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Jumat, 19 Juli 2024
 
Di DPRD Kota Pekanbaru Dana Publikasi Media Diduga Jadi Ajang Korupsi
Editor: | Kamis, 09-07-2020 - 20:38:45 WIB


TERKAIT:
   
 

Pekanbaru, riaukontras.com - Berdalih tunda bayar, miliayarn rupiah dana publikasi media di Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Pekanbaru disinyalir jadi ajang korupsi. Betapa tidak, diduga angaran digrogoti   pembayaran  dana publikasi kerjasama media  tak kunjung dibayar.

Miliaran rupiah dana publikasi kerjasama media di DPRD Kota Pekanbaru menjadi sorotan,  spekulasi dana publikasi kerjasama media, yang disinyalir digrogoti oknum-oknum di DPRD Kota Pekanbaru menjadi perbincangan hangat  dikalangan kuli tinta. Pasalnya, sejak terjadinya Covid-19  hingga berita ini diturunkan pembayaran dan kerjasama media di Kantor DPRD Kota Pekanbaru, tidak ada sama sekali.

Berdalih anggaran sedikit dan dipotong untuk  dana Coviid-19, kegiatan kerjasama media untuk saat ini belum ada nanti pada APBDP , kita hanya fokus untuk pembayaran kerjasama  yang sebelumnya karena masih banyak advertorial rekan-rekan media yang belum dibayar. Jadi kita lakukan  “Tunda Bayar” dulu jelas  Plt Sekwan merangkap Kabag Protokoler dan Publikasi DPRD Kota Pekanbaru,  Badria Rika Sari diruang kerjanya.

Menurut Rika, pembayaran tunda bayar, bisa dilakukan kalau sudah  lengkap persyaratan. Kalau tidak lengkap, tak mungkin dibayar karena untuk tunda bayar banyak  prosesnya . Jadi kita  slamatkan dulu tunda bayar yang kemarin karena  tunda bayar tak mungkin dilakukan dua kali , jelas Rika.

Namun apa yang disampaikan Rika, hingga berita ini diturunkan, tunda bayar yang disampaikankanya tak kunjung ada. Seperti dijelaskan salah sorang wartawan yang tidak mau disebut namanya  menyampaikan, bahwa itu hanya akal-akalan Rika saja, setiap ditanya wartawan selalu bilang tunda bayar, buktinya mana tunda bayar itu, kabuuur.

Untuk menjumpai dia saja (Rika-red) banyak alasan, bagaimana mungkin tunda bayar berlangsung, sebentar lagi sudah  pembahansan APBD Perubahan, disitulah nanti mereka (DPRD Pekanbaru-red)   buat kerjasama dengan wartawan itupun hanya satu advertorial  aja supaya jangan ribut, selebihnya merekalah yang tau permainannnya, jawabnya kesal.

Hal yang sama juga disampaikan  wartawan yang sering nongkrong di kantor DPRD Kota Pekanbaru, menyampaikan , “ Sudah tidak menjadi rahasia umum lagi jika kerjasama media di DPRD Kota Pekanbaru sangat sulit dan  main “kucing-kucingan” . Siapa wartawan yang disukai oknum di DPRD Kota Pekanbaru, itulah yang dapat . Yang lainnya…ribut dulu broooo, kata wartawan tersebut, seraya  minta namanya jangan ditulis. Entar kita tidak  dikasih advertorial lhoooo, katanya sambil tertawa.

Belum lagi kata sumber, kalau dibilang wartawan yang meliput saat paripurna di DPRD Kota Pekanbaru  tidak banyak jika dibandingkan yang meliput di DPRD Riau, jauh lebih banyak.
 
Di kantor  DPRD Riau,  informasi  setiap paripurna selalu terbuka tidak ada yang disembunyikan, sebaliknya kalau di DPRD kota Pekanbaru sepertinya tertutup dan kuat dugaan sudah  ada yang mengkordinir  seperti dugaan adanya grup whatsApp (WA) tersendiri dikalangan DPRD Kota Pekanbaru, jadi  mereka hanya mengutus satu wartawannya saja. Yah…… , bagi wartawan yang tidak masuk dominasi kalau mau dapat harus adu mulut alias ribut sama ibu Rika.

Anehnya kalau kita Tanya sama ibu yang cantik itu (Rika-red) ,  “ Jawaban selalu belum  ada, nanti kalau sudah ada kita telepon. Buktinya apa..?  Kalaupun dapat itupun di  HUT Pekanbaru, sekali dalam setahun. Sementara wartawan yang sudah terkordinir, bisa lebih dari satu, dua yang penting suka-suka merekalah.

Belum lagi pembayarannya  tunai,  lebih mantap kapan saja mereka bisa telepon untuk dijemput.   Sementara kerjasama media di tempat  lain sekarang ini tidak ada yang tunai semuai via rekening, jelas anggaran publikasi medianya. 
Untuk tahun ini, dana publikasi media saja tak jelas. Alasan Covi-19 anggaran dipotong dan tunda bayar tapi saat ini belum ada  pembayaran tunda kepada wartawan yang dicairkan. Tapi tidak taulah kalau tunda bayar diberikan kepada kroni-kroni  anggota dewan, sekwan dan oknum tertentu yang mempunyai jaringan di DPRD Kota Pekanbaru, jelasnya.

Sementara itu Kabag Keuangan DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Reza ketika ketemu wartawan tidak banyak bicara ,  ketika  disinggung seputar  anggaran dana publikasi medai untuk tunda bayar, Tengku menyampaikan .  “ Mohon maaf bu, saya tidak bisa menjawab karena masih ada atasan kita Bu Plt Sekwan,   disini kita satu pintu, jadi mohon silahkan tanya kepada Bu Sekwan aja, supaya lebih jelas  kata  kabag keuangan DPRD kota Pekanbaru    (rls)***

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 081261018886 / 085278502555
via EMAIL: riaukontras@gmail.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


 
Berita Lainnya :
  • Di DPRD Kota Pekanbaru Dana Publikasi Media Diduga Jadi Ajang Korupsi
  •  
    Komentar Anda :

     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 "MEMORI" Dari Sisilah Marga Gea
    3 Diberitakan Tentang Dugaan VC Sex, Oknum PNS MW di Nias Mencoba Intimidasi dan Melaporkan Wartawan
    4 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    5 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    6 Kembali Diamanahkan sebagai Pj Walikota Pekanbaru, ini Program Prioritas yang Sukses Dijalankan
    7 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    8 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    9 Menelisik Geliat Prostitusi Online Kota Duri, Antara Sindikat Prostitusi dan Penipuan
    10 Dimasa Pandemi Covid-19, Parma City Hotel Diduga Sediakan PSK Pada Tamu yang Menginab
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman | SOP Perlindungan Wartawan | Kode Perilaku Perusahan Pers | Visi-Misi | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2015-2022 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved