www.riaukontras.com
| Pemdes Senggoro: Pentingnya Imunisasi Tetes Manis Polio untuk Balita dan Anak-anak, Ini Jadwalnya | | Berikut Penjelasan, Tunda Pembayaran Honor RT/RW se Kota Pekanbaru | | Jebakan Dukun Politik Ala RZ, Paslon Tunggal & Kotak Kosong | | Mutakhir Data TPS Lokasi Khusus pada Pilkada 2024, Lapas Bengkalis Ikut Rapat Koordinasi di KPU | | Antisipasi Sebelum Terjadi, Petugas Lapas Bengkalis Cek APAR Secara Berkala | | Dinasti Militer & Bibit Korupsi di Kursi Gubernur Riau
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Minggu, 21 Juli 2024
 
Jakarta
4.125 Ekor Ayam Mati dalam Penerbangan Jakarta-Makassar
Editor: Muhammad Abubakar | Selasa, 13-11-2018 - 20:23:57 WIB


TERKAIT:
   
 

JAKARTA, RIAUKontraS.com -  Sedikitnya 4.125 ekor anak ayam kampung Day Old Cicken (DOC) mati dalam penerbangan dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta menuju Makassar yang menggunakan pesawat Lion Air JT 0778. 

Rencananya ayam tersebut akan disebarkan untuk Rumah Tangga Miskin (RTM) di Tana Toraja, provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Ketua umum Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli) Ade M Zulkarnain kepada wartawan mengatakan, anak ayam tersebut dikirim dari Bogor ke Makassar oleh PT Putra Perkasa Genetika. 

Dijelaskan Zulkarnain, dari total pengiriman ayam hari ini sebanyak 5.000 ekor hanya 825 ekor yang hidup, yang mat lebih dari 4.000 ekor.

"Kejadiannya tadi siang dari Jakarta tiba di Makassar pukul 16.25 WIT," jelasnya Selasa (13/11/2018).

Menurutnya, kejadian seperti ini sudah sering terjadi. Namun, kata dia, tidak ada tanggung jawab dari Lion Air.

Dirinya mencontohkan, sekitar 2 minggu lalu ada juga pengiriman ke Makassar dengan menggunakan pesawat yang sama. 

"Sejak 2 minggu lalu sudah sekitar 1.200 ekor yang mati. Hari ini ada 4.125 ekor yang mati," kata Zulkarnain.

Selama ini, tegas Zulkarnaen, pihak Lion Air pun lepas tanggung jawab atas kejadian tersebut (pengiriman anak ayam yang mati).

"Kita menuntut tanggung jawab Lion Air karena anak ayam tersebut dikirim untuk peternak-peternak kecil di pedesaan," ujarnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, pengiriman anak ayam tersebut merupakan program pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) untuk membantu mengentaskan kemiskinan sedikitnya 16.000 Rumah Tangga Miskin (RTM) melalui bantuan ternak ayam lokal di Sulsel.

Dirinya mengkhawatirkan program Kementan ke Sulsel tersebut susah terwujud lantaran pihak maskapai tidak mau bertanggaung jawab atas peristiwa ini.

"Program tersebut kemungkinan besar bisa tidak terwujud karena peternak pembibit takut melakukan pengiriman akibat peristiwa tersebut," pungkasnya.

Terimakasih

Ketua umum Himpuli
Ade M Zulkarnain
081384747008

(Dwi/Kar/Rls)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 081261018886 / 085278502555
via EMAIL: riaukontras@gmail.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


 
Berita Lainnya :
  • 4.125 Ekor Ayam Mati dalam Penerbangan Jakarta-Makassar
  •  
    Komentar Anda :

     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 "MEMORI" Dari Sisilah Marga Gea
    3 Diberitakan Tentang Dugaan VC Sex, Oknum PNS MW di Nias Mencoba Intimidasi dan Melaporkan Wartawan
    4 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    5 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    6 Kembali Diamanahkan sebagai Pj Walikota Pekanbaru, ini Program Prioritas yang Sukses Dijalankan
    7 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    8 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    9 Menelisik Geliat Prostitusi Online Kota Duri, Antara Sindikat Prostitusi dan Penipuan
    10 Dimasa Pandemi Covid-19, Parma City Hotel Diduga Sediakan PSK Pada Tamu yang Menginab
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman | SOP Perlindungan Wartawan | Kode Perilaku Perusahan Pers | Visi-Misi | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2015-2022 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved