www.riaukontras.com
| F.SPTI-K.SPSI PUK.TKBM Telah Terbentuk di Medan Estate Kec. PS Tuan Deliserdang | | Pansus RTRW Bahas Wilayah Kawasan di Kabupaten Bengkalis Bersama Walhi Riau | | Bupati Tapsel Dan Kapolres Minta Masyarakat Jadi Jurkam Protokol Kesehatan | | Kades Simpang Jaya Kerahkan 20 Unit Tank Semprot Untuk Melawan Covid-19 | | Kunjungan Kornas TRC PPA Didampingi Ketua Korwil Riau Ke Mapolda Riau Disambut Hangat Wakapolda | | Diduga Ada Penyimpangan Penyaluran Dana Media, DPW MOI Layangkan Surat Uadiensi ke Ketua DPRD
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Selasa, 14 Juli 2020
 
Pembangunan Unit Baru SMK Rumbai Diduga Asal Jadi, Resmi Dilaporkan ke Polda Riau
Editor: | Selasa, 03-07-2018 - 00:45:40 WIB

TERKAIT:
 
  • Pembangunan Unit Baru SMK Rumbai Diduga Asal Jadi, Resmi Dilaporkan ke Polda Riau
  •  

    PEKANBARU, RIAUKontraS.com –  Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Rakyat Anti Korupsi Indonesia (DPD LSM-GERAK INDONESIA), telah menyampaikan laporan resmi dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pembangunan gedung Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) baru Rumbai di kelurahan Rantau Panjang kecamatan  Rumbai yang ditangani oleh dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi Riau ke Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau.

    Ketua DPD LSM-Gerak Indonesia Emos Gea membenarkan, pihaknya sudah membuat laporan dugaan korupsi proyek pembangunan gedung Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) baru Rumbai kelurahan Rantau Panjang kecamatan  Rumbai bersama dengan barang bukti foto lapangan dan  Rencana Anggaran Biaya (RAB) ke Ditreskrimsus Polda Riau, Senin 02/07/2018.

    "Laporan ini kami buat khusus, dengan Nomor: B005/LP/DPD/LSM - GERAK/P - RIAU/VII/2018. Tentang dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan gedung Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) baru Rumbai" Jelas Emos.

    Emos menjelaskan, Proyek pembangunan SMK Baru Rumbai ini dibangun melalui dana APBD provinsi Riau tahun anggaran 2017 dengan nilai Rp 2.367.973.500, tender dimenangkan oleh PT.Pesisir Jujungan Sejahtera beralamat Jalan Pertanian Rt.001 Rw.005 Desa Senggoro Kabupaten Bengkalis, Jelas Emos

    Pekerjaan proyek tersebut kini sungguh sangat memprihatinkan, seluruh bangunan mengalami Retak Seribu dan juga Finishing tidak dilakukan, diduga kuat pihak rekanan kontraktor tidak bekerja secara profesional. Bahkan sangat tidak layak untuk di tempati oleh siswa/siswi tahun ajaran 2018 ini, Tambahnya.

    Proyek tersebut diduga kuat pihak rekanan kontraktor telah mengurangin volume bahan material seperti pada penggalian pondasi yang seharusnya di timbun dengan urungngan pasir sebelum dibuat tulangan pondasi namun diduga pihak kontraktor pelaksana tidak melaksanakan sesuai speksifikasi dan dikerjakan asal jadi. Kata Emos

    “Kita menemukan bangunan yang sudah selesai dikerjakan pada tahun 2017 lalu, namun sudah retak retak. Umur bangunan dinilai tidak akan bertahan lama kalau melihat hasil kerja pihak rekanan seperti ini bahkan bisa-bisa roboh,” sebutnya.

    Sementara itu, Kayu dan kaca pada bangunan tersebut seharusnya kayu pilihan seperti kayu meranti sedangkan kaca harus memiliki ketebalan 5 mm, namun ditemukan dilapangan sudah jauh pada speksifikasi yang tertuang didalam kontrak, Jelas Emos.

    Bahkan proyek tersebut menurut Romi selaku PPTK Proyek pembangunan Unit Baru SMK Rumbai mengatakan kepada media ini bahwa, pembayaran sudah dilakukan 100 persen dan juga sudah dicairkan jaminan pemeliharaannya. Namun sudah ada temuan BPK RI sekitar 256 Juta Rupiah dan akan dikembalikan oleh rekanan kontraktor pelaksana, Kata Romi

    Ketua DPD LSM-Gerak Indonesia Emos Gea mengatakan "Kendati nantinya pihak yang terlibat dalam kasus itu, telah mengembalikan kerugian Negara, hal itu, tidak menghapus perbuatan melawan hukum. Sebab Dana Proyek yang dikontrakan kepada Rekanan Bukan tempat Simpan Pinjam, atau Bank perkreditan yang bisa saja dikembalikan ketika ditagih".Jelas Emos

    Emos "meminta Kepada Ditreskrimsus Polda Riau untuk mengusut tuntas kasus Proyek pembangunan Unit Baru SMK Rumbai ini, segera memeriksa kepala Dinas pendidikan dan kebudayaan Provinsi Riau, PPK, PPTK, Kontraktor Pelaksana dan juga konsultan Pengawas serta Tim Provisional Hand Over (PHO) dan Final Hand Over (FHO), Minta Emos.

    Ema

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Pembangunan Unit Baru SMK Rumbai Diduga Asal Jadi, Resmi Dilaporkan ke Polda Riau
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    6 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    7 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    8 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    9 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
    10 Ida Yulita: Anggaran Honor PMB RW Sebesar Rp. 13 Miliar, RT/RW Cuma Dapat Caci Maki
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved