www.riaukontras.com
| F.SPTI-K.SPSI PUK.TKBM Telah Terbentuk di Medan Estate Kec. PS Tuan Deliserdang | | Pansus RTRW Bahas Wilayah Kawasan di Kabupaten Bengkalis Bersama Walhi Riau | | Bupati Tapsel Dan Kapolres Minta Masyarakat Jadi Jurkam Protokol Kesehatan | | Kades Simpang Jaya Kerahkan 20 Unit Tank Semprot Untuk Melawan Covid-19 | | Kunjungan Kornas TRC PPA Didampingi Ketua Korwil Riau Ke Mapolda Riau Disambut Hangat Wakapolda | | Diduga Ada Penyimpangan Penyaluran Dana Media, DPW MOI Layangkan Surat Uadiensi ke Ketua DPRD
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Selasa, 14 Juli 2020
 
ROMI PPTK DINAS PENDIDIKAN TIDAK PAHAM TEKNIS
Pembangunan SMK Baru Rumbai Amburadul, LSM Gerak Segera Sampaikan Laporan Kepada Penegak Hukum
Editor: | Selasa, 26-06-2018 - 10:32:23 WIB

TERKAIT:
 
  • Pembangunan SMK Baru Rumbai Amburadul, LSM Gerak Segera Sampaikan Laporan Kepada Penegak Hukum
  •  

    PEKANBARU, RIAUKontraS.com – Beberapa Proyek yang di kerjakan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Riau Hancur bahkan bisa mengakibatkan bangunan tersebut roboh.

    Salah satunya pekerjaan proyek pembangunan gedung Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) baru di kelurahan Rantau Panjang kecamatan  Rumbai, kini sungguh sangat memprihatinkan, seluruh bangunan mengalami Retak Seribu diduga kuat pihak rekanan kontraktor tidak bekerja secara profesional. Padahal umur bangunan belum mencapai satu tahun sudah mengalami retak-retak seribu dan sangat tidak layak untuk di tempati oleh siswa/siswi tahun ajaran 2018 ini.
    Foto Plafond yang hampir Lepas

    Proyek pembangunan SMK Baru Rumbai ini dibangun melalui dana APBD provinsi Riau tahun anggaran 2017 dengan nilai Rp 2.367.973.500, diduga kuat telah terjadi pengurangan volume dan dikerjakan asal jadi  serta tidak berpedoman pada speksifikasi yang telah dibuat sesuai dengan kontrak  yang ada, sehingga mengarah pada unsur tindak pidana korupsi.

    Pengurangan volume pada paket proyek SMK Baru Rumbai yang dimaksud seperti pada penggalian pondasi yang seharusnya di timbun dengan urungngan pasir bebelum dibuat tulangan pondasi namun diduga pihak kontraktor pelaksana tidak melaksanakan sesuai speksifikasi.

    Terkait hal tersebut diatas wartawan riaukontras.com bersama dengan Dewan Pimpinan Daerah Lembaga swadaya masyarakat gerakan rakyat anti korupsi indonesia melakukan konfirmasi kepada PPTK  Romi dikantornya di Jalan Cut Nyadien pada, Jumat 22/06/2018.

    Romi mengatakan,  terkait pembangunan SMK Baru Rumbai memang ada masalah dan temuan BPK RI sudah ada sekitar 256 Juta Rupiah, saya sudah telpon pihak rekanan kontraktor untuk mengembalikan temuan BPK RI dan juga saya sudah perintahkan kontraktor pelaksana untuk mengganti yang tidak sesuai dengan RAB tersebut, jelas Romi dengan enteng tanpa mempedulikan resiko bila bangunan itu di bongkar pasang.

    Tambah Romi Proyek pembangunan SMK Baru Rumbai Sudah dibayarkan sampai 100 Persen dan juga jaminan pemeliharaan sudah kita Cairkan, Tambah Romi
                Foto Bangunan dinding Lantai Dua yang mengalami Retak Seribu

    Ketika wartawan menyinggung terkait kerusakan pada bangunan dan juga kayu serta kaca yang digunakan rekanan kontraktor diduga tidak sesuai speksifikasi, dalam RAB diketahui kayu yang harus digunakan yakni kayu pilihan meranti sedangkan kaca harus memiliki ketebalan 5 mm.

    Romi selaku PPTK menjelaskan kalau masalah teknis saya tidak tau,  yang saya tau hanya membayar sesuai dengan hasil Provisinal Hand Over (PHO) dan keterangan dari konsultan lapangan, Jelas Romi dengan Enteng lagi.

    Menurut Alui W Sekretaris Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Rakyat Anti Korupsi Indonesia (LSM-GERAK INDONESIA) menyampaikan kepada media ini bahwa saat melakukan investigasi terhadap bangunan gedung yang berlokasi di Kelurahan Rantau Panjang, Kecamatan Rumbai tersebut diduga kuat tidak berpedoman pada speksifikasi, kata Alui

    “Kita menemukan bangunan yang sudah selesai dikerjakan pada tahun 2017 lalu, namun sudah retak retak. Umur bangunan dinilai tidak akan bertahan lama kalau melihat hasil kerja pihak rekanan seperti ini bahkan bisa-bisa roboh,” sebutnya.

    Lanjutnya lagi, sesuai  gambar dan RAB, semestinya Cor Kolom ruang kantor guru ada 9 tiang, namun yang dikerjakan hanya ada 8 tiang, beber Alui.

    “Kemudian cor kolom ruang guru di samping dan di depan terlihat sudah retak retak bersama dinding nya" Tambah Alui

    Kita menduga pada saat mengerjakan pihak kontraktor tidak melaksanakan sesuai speksifikasi sesuai dengan RAB sehingga kondisi bangunan banyak yang retak retak.

    Begitu juga pada pekerjaan plafond yang dikerjakan asal jadi,  bahkan sudah mulai ada yang lepas,  semua plafond yang digunakan sangat tipis dan di perkirakan hanya menggunakan triplek 5 MM, Kata Alui

    Kata Alui lagi,  bila selaku PPTK Romi tidak paham dengan teknis bangunan maka sangat disayangkan bisa-bisa  bangunan tersebut roboh dan menimpah anak-anak sekolah yang lagi asik belajar di kemudian hari, Kata Alui.

    Bangunan dikerjakan oleh kontraktor pemenang tender diduga tidak sesuai dengan RAB, ini akibat tidak pahamnya selaku PPTK Romi dalam melakukan pengawasan dan tidak paham dengan teknis, Cuit Alui

    Alui mengatakan, temuan ini  kita segera sampaikan laporannya kepada penegak hukum yang ada di Provinsi Riau seperti Polda dan juga Kejaksaan Tinggi Riau. Apalagi sudah ada juga temuan BPK RI, ini sudah jelas ada indikasi korupsinya,  Jelas Alui

    Ketika wartawan konfirmasi Aidil kabit SMK melalui telepon Selulernya mengatakan, pekerjaan proyek pembangunan SMK Baru Rumbai dan juga yang lain-lain tahun anggaran 2017, itu bukan saya Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)  melainkan Indra Agus yang sekarang menjadi Kepala Dinas Sumber Daya Mineral (SDM) Provinsi Riau, lebih bagus konfirmasi langsung sama beliau, Jelas Aidil.

    Wartawan juga melakukan konfirmasi kepada Indra Agus mantan Kabit SMK Provinsi Riau dan juga KPA pada beberapa proyek Dinas Pendidikan Tahun 2017 mengatakan,  proyek tersebut sudah di audit BPK RI,  kita tunggu aja hasilnya,  wartawan mengatakan bahwa menurut Romi selaku PPTK pada proyek tersebut sudah ada hasil BPK RI sebesar 250 Juta,  Agus mengatakan saya belum mendapatkan hasil temuan BPK RI nanti saya cek dulu,  Katanya. Ketika disinggung bahwa LSM Gerak Indonesia segera melaporkan temuan ini kepihak penegak hukum? agus mengatakan silahkan saja tidak ada malasah Jelas Agus.

    Penulis Emos*

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Pembangunan SMK Baru Rumbai Amburadul, LSM Gerak Segera Sampaikan Laporan Kepada Penegak Hukum
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    6 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    7 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    8 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    9 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
    10 Ida Yulita: Anggaran Honor PMB RW Sebesar Rp. 13 Miliar, RT/RW Cuma Dapat Caci Maki
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved