www.riaukontras.com
| Pansus RTRW Bahas Wilayah Kawasan di Kabupaten Bengkalis Bersama Walhi Riau | | Bupati Tapsel Dan Kapolres Minta Masyarakat Jadi Jurkam Protokol Kesehatan | | Kades Simpang Jaya Kerahkan 20 Unit Tank Semprot Untuk Melawan Covid-19 | | Kunjungan Kornas TRC PPA Didampingi Ketua Korwil Riau Ke Mapolda Riau Disambut Hangat Wakapolda | | Diduga Ada Penyimpangan Penyaluran Dana Media, DPW MOI Layangkan Surat Uadiensi ke Ketua DPRD | | Gantikan Syahrul Thaib, Said Mahdum Jabat Sekretaris Daerah Kota Langsa
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Selasa, 14 Juli 2020
 
Aceh Timur
Awas!!! Ada Camat di Aceh Timur Bakal Jadi Tuan Tanah
Editor: Muhammad Abubakar | Kamis, 21-06-2018 - 23:23:32 WIB

TERKAIT:
 
  • Awas!!! Ada Camat di Aceh Timur Bakal Jadi Tuan Tanah
  •  

    ACEH TIMUR, RIAUKontraS.com - Pengadaan atau pembebasan lahan untuk normalisasi atau pelurusan sungai di kecamatan Idi Tunoeng Kabupaten Aceh Timur melanggar prosedur dan undang undang yang berlaku.

    Pembelian tanah warga di Desa Seuneubok Drien dan Seneubok Meureudu, yang di lakukan oleh Camat Kecamatan Idi Tunoeng telah melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 148 Tahun 2015 tentang perubahan ke empat Perpres Nomor 71 tahun 2012.

    Sesuai dengan pasal 11 ayat (1,2) dan hal itu tidak di penuhi oleh oknum camat.

    Selain tidak di lakukan perencanaan yang matang, sesuai dengan pasal 41 ayat (2) dalam Perpres tersebut, pembebasan lahan yang dilakukan oleh oknum camat terkesan sarat kepentingan.

    Selain itu, tidak terbentuk nya tim pembebasan lahan dari pemerintah daerah. Pembebasan lahan tersebut juga tidak melibatkan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) dan musyawarah dengan masyarakat sesuai dengan undang-undang.

    Sementara Camat Kecamatan Idi Tunoeng Boyhaqi, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis 21 Juni 2018, mengatakan dirinya melakukan pembayaran harga tanah milik masyarakat, dari uang pribadi Bupati Aceh Timur.

    "Anggaran nya belum ada kata Boyhaqi, ini di bayar dulu dengan uang pribadi bapak bupati, karena dana nya belum dianggarkan, nanti pada tahun 2019 baru dianggarkan, "jelasnya.

    Saat ditanya bagaimana dengan perencanaan proyek tersebut, Boyhaqi mengatakan tidak ada perencanaan, saya melakukan pembebasan dan pembayaran atas perintah bapak, "tambah Boyhaqi lagi.

    Setelah kita bebaskan, "nanti akan menjadi aset Pemda yang tidak digunakan untuk jalur sungai, 'pungkas Boyhaqi.(Muhammad Abubakar).

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Awas!!! Ada Camat di Aceh Timur Bakal Jadi Tuan Tanah
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    6 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    7 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    8 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    9 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
    10 Ida Yulita: Anggaran Honor PMB RW Sebesar Rp. 13 Miliar, RT/RW Cuma Dapat Caci Maki
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved