www.riaukontras.com
| F.SPTI-K.SPSI PUK.TKBM Telah Terbentuk di Medan Estate Kec. PS Tuan Deliserdang | | Pansus RTRW Bahas Wilayah Kawasan di Kabupaten Bengkalis Bersama Walhi Riau | | Bupati Tapsel Dan Kapolres Minta Masyarakat Jadi Jurkam Protokol Kesehatan | | Kades Simpang Jaya Kerahkan 20 Unit Tank Semprot Untuk Melawan Covid-19 | | Kunjungan Kornas TRC PPA Didampingi Ketua Korwil Riau Ke Mapolda Riau Disambut Hangat Wakapolda | | Diduga Ada Penyimpangan Penyaluran Dana Media, DPW MOI Layangkan Surat Uadiensi ke Ketua DPRD
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Selasa, 14 Juli 2020
 
Mark Up Harga Pengadaan Genset 500 KVA RSUD Langsa Melenggang di Kejari
Editor: Muhammad Abubakar | Senin, 19-02-2018 - 20:57:29 WIB

TERKAIT:
 
  • Mark Up Harga Pengadaan Genset 500 KVA RSUD Langsa Melenggang di Kejari
  •  

    LANGSA, Riaukontras.com - Kota Langsa, Aceh diduga menjadi Surga sunia bagi para koruptor di bumi serambi Mekkah, hal itu tidak bisa dipungkiri, mengingat belum ada satu kasus pun yang berhasil di eksekusi oleh penegak hukum di daerah itu, mulai dari penipuan data Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), kasus Mark Up Pengadaan lahan untuk perumahan nelayan di Gampong Kapa, kecamatan Langsa Timur, hingga muncul kasus dugaan Mark Up Pengadaan Genset 500 KVA, untuk intalasi RSUD Langsa.

    Pengadaan mesin instalasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa dari Dana Insentif Daerah (DID), merupakan deretan kasus dugaan Mark Up harga barang, yang dimainkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran dan rekanan pelaksa, untuk memperkaya diri.

    "CV. Idodaya Bio Mandiri, dan PPK, serta PPTK diduga menjadi dalang, atas dugaan Mark Up harga pengadaan mesin Genset seharga Rp 1,8 Milyar, yang dimenangkan oleh perusahaan dari Medan itu, dengan nilai penawaran Rp 1.779.502.000.

    Menurut salah seorang Jaksa, pada Kejaksaan Negeri Langsa Abdi Fikri SH, Senin 19 Februari 2018 menyebutkan, pihaknya sudah memeriksa 7 orang saksi yang berkaitan dengan pengadaan tersebut.

    Sudah 7 orang yang di periksa sebagai saksi dalam kasus tersebut, kita lagi menunggu turun perintah dari Kejaksaan Tinggi (Kejati), apakah kasus ini akan di ekspos (gelar perkara) atau tindak lanjut, "ujarnya.(Muhammad Abubakar)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Mark Up Harga Pengadaan Genset 500 KVA RSUD Langsa Melenggang di Kejari
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    6 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    7 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    8 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    9 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
    10 Ida Yulita: Anggaran Honor PMB RW Sebesar Rp. 13 Miliar, RT/RW Cuma Dapat Caci Maki
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved