www.riaukontras.com
| TLCI Chapter 2 Riau Peduli, Gelar Baksos Dipelosok Kampar Kiri. | | F.SPTI-K.SPSI PUK.TKBM Telah Terbentuk di Medan Estate Kec. PS Tuan Deliserdang | | Pansus RTRW Bahas Wilayah Kawasan di Kabupaten Bengkalis Bersama Walhi Riau | | Bupati Tapsel Dan Kapolres Minta Masyarakat Jadi Jurkam Protokol Kesehatan | | Kades Simpang Jaya Kerahkan 20 Unit Tank Semprot Untuk Melawan Covid-19 | | Kunjungan Kornas TRC PPA Didampingi Ketua Korwil Riau Ke Mapolda Riau Disambut Hangat Wakapolda
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Selasa, 14 Juli 2020
 
Mark Up Harga Tanah Jadi Temuan PPPK, KJPP dan Pemilik Lahan Mengarah ke Tersangka
Editor: Muhammad Abubakar | Senin, 19-02-2018 - 18:35:06 WIB

TERKAIT:
 
  • Mark Up Harga Tanah Jadi Temuan PPPK, KJPP dan Pemilik Lahan Mengarah ke Tersangka
  •  

    LANGSA, Riaukontras.com - Kasus dugaan Mark Up harga tanah untuk lokasi pembangunan rumah perumahan nelayan di Gampong Kapa Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, Aceh. Kejaksaan Negeri (Kejari) Langsa saat ini, sedang menyiapkan berkas dakwaan.

    Menurut sumber media ini, Senin 19 Februari 2018, Kejari Langsa sedang menunggu hasil investigasi dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) yang sudah beberapa kali melakukan investigasi, bersama Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK).

    Lebih lanjut, sumber media ini menyebutkan, selain pemilik tanah, ada kemungkinan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) dan mantan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Negara (BPN) yang akan jadi tersangka.

    Khusus untuk KJPP, tambah sumber lagi, pihak Kejari Langsa saat ini, sedang menunggu hasil putusan dari MAPPI, apakah perlu KJPP di periksa oleh KJPP independen. Karena kasus tersebut sudah menjadi temuan Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK).

    Sebelumnya pada tahun 2013 pemerintah melalui dana Otonomi Khusus (Otsus) dan Anggaran Pembelanjaan Aceh (APBA) melakukan pengadaan tanah untuk perumahan nelayan di Gampoeng Kapa kecamatan Langsa Timur, kota Langsa menghabiskan Anggaran Rp 7,3 Milyar lebih terindikasi sarat dengan Korupsi kolusi dan Nepotisme (KKN) yang juga melibatkan pejabat dan istri pejabat.

    Sejumlah saksi telah diperiksa oleh  tim Tipikor Kajari langsa, diantaranya Rinaldi Aulia (mantan kabag pemerintahan), Fariansyah (mantan camat langsa timur), Alfian (Asisten III pemko langsa), dan Zulkifli Aman Keuchik Gampoeng Kapa).

    Mereka di periksa dalam kasus Grativikasi (Mar Up harga) pengadaan lahan untuk perumahan nelayan di Gampoeng Kapa, dengan pemilik tanah, Sofyanto dengan Akte Jual Beki (AJB) No 177/2010 tanggal 28/06/2010, No 036 tanggal 05/02/2010, No 025/2010 tanggal 25/01/2010, No 82/2010 tanggal 24/03/2010 dan Yulizar dengan AJB No 232/2013 tanggal 25/02/2013.

    Lebih dari 20 orang sudah di periksa, termasuk YZZ, IS (mantan kadis PU), TN ( konsultan tinggal di Langsa ), SY (pemilik/agen), MS (mantan Sekda), SM (KPA), ZA (Keuchik/Kades), Ag Ka BPN Kota Langsa ) SY ( Ka BPN Aceh Timur ), FR (mantan Camat Langsa Timur) dan 4 orang dari KJPP, serta mantan Kanwil BPN Aceh.

    Smentara Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Langsa R. Ika Haikal SH, MH saat hendak di konfirmasi media ini, Senin (19/2/2018) sedang ada rapat, menurut ajudannya yang tidak menyebutkan namanya, kepada kepada media ini mengatakan, "bapak sedang ada rapat, silakan kembali besok pagi Jam 10:00 atau Jam 11:00 Wib, "ujarnya.(Muhammad Abubakar)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Mark Up Harga Tanah Jadi Temuan PPPK, KJPP dan Pemilik Lahan Mengarah ke Tersangka
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    6 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    7 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    8 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    9 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
    10 Ida Yulita: Anggaran Honor PMB RW Sebesar Rp. 13 Miliar, RT/RW Cuma Dapat Caci Maki
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved