www.riaukontras.com
| Pansus RTRW Bahas Wilayah Kawasan di Kabupaten Bengkalis Bersama Walhi Riau | | Bupati Tapsel Dan Kapolres Minta Masyarakat Jadi Jurkam Protokol Kesehatan | | Kades Simpang Jaya Kerahkan 20 Unit Tank Semprot Untuk Melawan Covid-19 | | Kunjungan Kornas TRC PPA Didampingi Ketua Korwil Riau Ke Mapolda Riau Disambut Hangat Wakapolda | | Diduga Ada Penyimpangan Penyaluran Dana Media, DPW MOI Layangkan Surat Uadiensi ke Ketua DPRD | | Gantikan Syahrul Thaib, Said Mahdum Jabat Sekretaris Daerah Kota Langsa
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Selasa, 14 Juli 2020
 
Diduga Curi Volume, Proyek Simenisasi Peningkatan Kawasan PSU Pelalawan Rusak Parah
Editor: | Selasa, 16-01-2018 - 00:50:05 WIB

TERKAIT:
 
  • Diduga Curi Volume, Proyek Simenisasi Peningkatan Kawasan PSU Pelalawan Rusak Parah
  •  

    PEKANBARU, RIAUKontraS.com - Dugaan pencurian volume pada Pelaksanaan pembangunan Simenisasi peningkatan Kualitas Parasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) Perumahan di wilayah pemukiman Kabupaten Pelalawan, mengalami kerusakan berat (Patah).

    Demikian hal ini disampaikan Koordinator Forum Andalan Pengawasan Pembangunan Auditor Republik Indonesia (FAPPAR-RI), Defid Amriady kepada wartawan di Kabupaten Pelalawan, Senin (15/1/2018).

    Difed Amriady menerangkan, dalam hasil investigasi tim Forum Andalan Pengawasan Pembangunan Auditor Republik Indonesia (FAPPAR-RI) terkait pembangunan Simenisasi ini. Pihaknya sangat menyayangkan pengerjaan proyek Simenisasi peningkatan Kualitas Prasarana, Sarana dan Utilitas di daerah Pangkalan Kerinci Pelalawan Riau ini, dinilai tidak sesuai Specsifikasi pengerjaan fisik diapangan.

    Benar, proyek ini dibiayai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2017 senilai Rp. 1.704.310.295,29 dengan dikerjakan melalui jasa CV. Natriando Agung Perkasa dengan Consultant pengawas CV. Indonesia dan No. Kontrak 02/Kontrak-Fisik-PSU-Pllw/2017.

    Dikatakan Defid, semestinya dalam pelaksanaan pembangunan Simenisasi  tersebut, rekanan harus mengutamakan kualitas dan kuantitas bangunan. Namun, dilapangan tidak sedemikian.

    Contohnya saja, pelaksanaan pengerjaan  rekanan tidak melakukan pembersihan clearing grabing atau pembersiahan badan jalan sebelum dikerjakan. Bahkan di beberapa titik-titik potongan melintang (Crosecction) yang diketahui ketebalannya berfariasi.

    "Ya, Crosecction ini tidak merata dengan ketebalan berfariasi mulai dari 0,8 CM sampai 12 CM. Sementara, dalam Specsifikasi bangunan setebal 15 CM," ungkap Defid Amriady.

    Lebih lanjut mantan konsultan ini menerangkan kepada ungkapriau.com bahwa rangkaian pembesian di pembangunan Simenisasi tersebu menilait tidak sesuai karena dalam Specnya diterangkan untuk pemasangan besi (Wiremesh) berukuran 6 MM dan ternyata setelah diukur oleh aktivis LSM ini dilapangan hanya besi 0,4 MM bencong.

    Defid Amriady, pembangunan Simenisasi itu sudah memprihatinkan kondisinya karena sudah patah. "Benar (Red) Simenisasi itu sudah patah. Bahkan maslah lebar Simenisasi jalan tersebut juga dipangkas volumenya yang semestinya 4 Meter rata-rata dan pada kenyataannya dilapangan tidak mencukupi," ungkapnya.

    Lebih lucunya lagi, pemasangan Wiremesh pada pembangunan simenisasi itu tidak didalam beton yang hanya diletkkan begitu saja oleh rekanan di atas lantai kerja sehingga posisi besi itu tidak didalam beton yang dampaknya mengakibatkan mengalami patah-patah.

    Sambungnya lagi, daya ketahanan Simenisasi itu dengan Koefisien (K 225) diragukan karena belum beberapa bulan setelah selesai dikerjakan sudah mengalami kerusakan (Patah).

    Terkait dengan kasus pelaksanan pembangunan peningkatan Jalan Simenisasi lingkungan pemukiman warga Pelalawan ini, Defid Already  meminta Tipiko Polda Riau dan Kajati Riau untuk memanggil rekanan dan Dinas PUPR bersangkutan.

    Ketika permasalahan ini dikonfirmasikan kepada PPTK PUPR Provinsi Riau, Manipol melalui Salulernya, Senin (15/1/2018) menita wartawan untuk menyampaikan surat kepada Dinas PUPR Provinsi Riau.

    "Jika masyarakat Kabupaten Pelalawan ada komplin tentang pekerjaan itu, silahkan masyarakatnya membuat surat kepada Dinas PUPR Provinsi Riau untuk sebagai dasar kami memanggil rekanannya," kata Manipol seraya menyarankan.


    Sumber: Ungkapriau

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Diduga Curi Volume, Proyek Simenisasi Peningkatan Kawasan PSU Pelalawan Rusak Parah
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    6 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    7 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    8 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    9 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
    10 Ida Yulita: Anggaran Honor PMB RW Sebesar Rp. 13 Miliar, RT/RW Cuma Dapat Caci Maki
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved