www.riaukontras.com
| TNI AL Gagalkan Penyeludupan Sabu Seberat 10,75 Kg di Perairan Rupat Utara | | IWO Riau Bersama Polsek Payung Sekaki Peduli, Bagikan 5000 Masker Gratis di Dua Lokasi Berbeda | | Brimob Aramiyah dan Polsek Birem Bayeun Kunjungi Dayah Muda | | Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Sungai Sembilan Jajaran Polres Dumai | | KPU Bengkalis Sosialisasikan Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 | | IWO Riau dan Kapolsek Rumbai Bagikan 2.000 Masker Gratis di Perempatan PCR
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Minggu, 20 09 2020
 
DPD LIRA: Pembangunan Kantor PLN Bangkinang Diduga di Mark UP
Editor: | Kamis, 04-05-2017 - 08:18:01 WIB

TERKAIT:
 
  • DPD LIRA: Pembangunan Kantor PLN Bangkinang Diduga di Mark UP
  •  

    KAMPAR RIAUKontraS. com - Pembangunan kantor PLN ranting Bankinang dijalan Tuanku Tambusai Bangkinang Kota yang didanai oleh APBD Kampar tahun 2015 sebesar 1, 7 Milyar lebih diduga sarat korupsi karena diduga terjadi pengelembungan anggaran atau mark up anggaran. Pembangunan kantor PLN ranting Bangkinang selesai dikerjakan akhir tahun 2015 dan sampai saat ini belum ditunggui oleh pihak PLN.

    Pengerjaan kantor PLN ranting Bangkinang tersebut dikerjakan oleh kontraktor CV Putra Bungsu dan Konsultan Pengawas Dikentama Enginering Konsultan.  Aroma tak sedap sudah mulai terembus karena kantor PLN yang dibangun tersebut tidak bertingkat dan ukuran tidak terlalu besar dengan anggaran yang cukup pantatis besar.

    DPD (Dewan Pimpinan Daerah) LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Kabupaten Kampar, Ali Halawa kepada wartawan  di Bangkinang, Rabu (3/5) siang mengatakan, kita sangat menyayangkan bangunan kantor PLN ranting Bangkinang  dijalan Tuanku Tambusai yang diduga telah terjadi mark up anggaran dalam pengerjaan kantor tersebut yang menghabiskan anggaran APBD Kampar sebesar Rp. 1,7 Milyar lebih.

     "Kita minta kepada BPK Riau untuk mengaudit pengerjaan  kantor PLN ranting Bangkinang dijalan Tuanku Tambusai Bangkinang Kota tersebut. Kita menduga pembangunan kantor PLN terjadi mark up anggaran sehingga merugikan uang negara," terangnya.

    Kita menduga dari awal perencanaan dimark up sehingga menguntungkan pihak ketiga dalam pegerjaan proyek dan merugikan negara. Bangunan satu lantai yang tidak terlalu besar dengan menghabiskan anggaran 1,7 Milyar lebih dan hal tersebut sangat keterlaluan, tegas Ali.

    Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Kampar, Chalisman ketika dihubungi belum berhasil melalui telepon genggam.( Emos/Ali)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • DPD LIRA: Pembangunan Kantor PLN Bangkinang Diduga di Mark UP
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    6 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    7 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    8 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    9 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    10 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved