www.riaukontras.com
| Pansus RTRW Bahas Wilayah Kawasan di Kabupaten Bengkalis Bersama Walhi Riau | | Bupati Tapsel Dan Kapolres Minta Masyarakat Jadi Jurkam Protokol Kesehatan | | Kades Simpang Jaya Kerahkan 20 Unit Tank Semprot Untuk Melawan Covid-19 | | Kunjungan Kornas TRC PPA Didampingi Ketua Korwil Riau Ke Mapolda Riau Disambut Hangat Wakapolda | | Diduga Ada Penyimpangan Penyaluran Dana Media, DPW MOI Layangkan Surat Uadiensi ke Ketua DPRD | | Gantikan Syahrul Thaib, Said Mahdum Jabat Sekretaris Daerah Kota Langsa
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Selasa, 14 Juli 2020
 
Mafia Proyek Jembatan Bajo Terbongkar
Editor: | Jumat, 14-04-2017 - 07:59:01 WIB
ILUSTRASI
TERKAIT:
 
  • Mafia Proyek Jembatan Bajo Terbongkar
  •  

    MALUT , RIAUKontraS.com - Tindakan Kelompok mafia proyek pekerjaan jembatan bajo Sangkuang Kebupaten Halmahera Selata (Halsel) akhirnya terbongkar. Proyek pekerjaan jembatan diketahui tidak sesuai dengan perencanaan yang matang. Padalah alokasi dana proyek di anggarkan dua kali penganggaran, yakni APB-P tahun 2015 senilai 15 miliar dan APBD tahun 2016 senilai Rp14 miliar. Total proyek ini menelan anggaran senilai Rp 29 Miliar.

    Tahun 2015 pencairan senilai Rp 344.655.664.500. Sementara anggaran tahun 2016 pencairanya senilai Rp 6.042.192.000, dua kali penganggaran ini yang terpakai senilai Rp 6. 350.697.836.500, untuk pembelian 180 tiang pancang dan pekerjaan, meski begitu realisasi pekerjaan menyacapai 41,23 persen.

    Panitia Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Perhubungan Adenyong belum lama ini mengatakan, memang benar total anggaran proyek pembangunan dermaga Bajo senilai Rp 29 miliar lebih dan sudah terpakai senilai Rp 6 miliar sekian. Akan tetapi ada kendala sebab fisik proyek tidak sesuai dengan pagu anggaran.

    Akibat ada perbedaan, Dishub akhirnya membatalkan kontrak dengan pihak ketiga yang mengerjakan, sementara sisa anggaran senilai Rp 24 miliar masih belum digunakan. “ memang benar pagu anggaran yang disediakan tidak sesui dengn fisik proyek, akhirnya kontrak dibatalkan.

    Hal yang sama juga disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Malut Burhan Mansur, untuk pembatalan kontrak dengan pihak ketiga itu memang benar, alasanya tidak ada anggaran lagi untuk melanjutkan pekerjaan dimana ada selisi pagu anggaran dan fisik proyek. Informasi yang berkembang penyidik Polda malut sudah menurunkan personil untuk mengkroscek fisik proyek tersebut, hal tersebut juga dibenarkan Burhan Mansur.”

    Memang benar ada penyidik yang menuju lokasi pekerjaan proyek pembangunan jembatan bajo, akan tetapi semuanya harus menunggu hasil Audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BKP),” menunggu hasil audit, apakah ada temuan atau tidak”. Katanya

    Informasi yang berkembang, Penyidik Polda yang diketuai Iptu H Syarif Jumati saat ini masih ada dilokasi proyek untuk melakukan pengumpulan data. Pasca dari lokasi proyek, penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap kepala Dinas Perhubungan Burhan Mansur dan PPK Adenyong (nwr)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Mafia Proyek Jembatan Bajo Terbongkar
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    6 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    7 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    8 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    9 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
    10 Ida Yulita: Anggaran Honor PMB RW Sebesar Rp. 13 Miliar, RT/RW Cuma Dapat Caci Maki
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved