www.riaukontras.com
| Pansus RTRW Bahas Wilayah Kawasan di Kabupaten Bengkalis Bersama Walhi Riau | | Bupati Tapsel Dan Kapolres Minta Masyarakat Jadi Jurkam Protokol Kesehatan | | Kades Simpang Jaya Kerahkan 20 Unit Tank Semprot Untuk Melawan Covid-19 | | Kunjungan Kornas TRC PPA Didampingi Ketua Korwil Riau Ke Mapolda Riau Disambut Hangat Wakapolda | | Diduga Ada Penyimpangan Penyaluran Dana Media, DPW MOI Layangkan Surat Uadiensi ke Ketua DPRD | | Gantikan Syahrul Thaib, Said Mahdum Jabat Sekretaris Daerah Kota Langsa
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Selasa, 14 Juli 2020
 
Pemecahan Kegiatan Senilai Rp 16 Miliar di Diskes Pekanbaru Langgar Aturan
Editor: | Minggu, 04-08-2019 - 18:15:56 WIB

TERKAIT:
 
  • Pemecahan Kegiatan Senilai Rp 16 Miliar di Diskes Pekanbaru Langgar Aturan
  •  

    PEKANBARU, RIAUKontraS.com - Direktur Eksekutif Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Indonesian Monitoring Development (IMD) R Adnan menyebut bahwa  pemecahan kegiatan yang dilakukan Dinas Kesehatan Pekanbaru terhadap pembangunan puskesmas merupakan pelanggaran hukum. R Adnan menilai Dinas Kesehatan Pekanbaru tidak menjalankan  aturan dalam kegiatan proyek dari APBD tahun 2017 tersebut.

    Selain itu Aktivis yang gencar menyoroti dugaan Korupsi tersebut juga menegaskan kegiatan Rehab/Renovasi Puskesmas tersebut juga dapat dianggap melanggar apabila pelaksanaannya tidak sesuai spesifikasi teknis (Bestek).

    Menurut R Adnan, kegiatan Rehab/Renovasi Puskesmas Paket A, B, C, D dan Lanjutan Pembangunan Koridor Puskesmas RI Sidomulyo merupakan pecahan dari kegiatan Belanja Modal Pengadaan Konstruksi Penunjang Bangunan dengan anggaran Rp 16.487.867.066 dan kode nomor rekening 1.02.1.02.01.25.01.5.2.3.26.12 sehingga tidak boleh dipecah.

    “Kegiatan dalam satu rekening mata anggaran dilarang dipecah-pecah,”  tegas R Adnan, yang kini juga berprofesi sebagai praktisi hukum di Jakarta.

    Kritik tegas juga disampaikan R Adnan terkait pelaksanaan kegiatan Rehab/Renovasi Puskesmas , dimana menurutnya pelaksanaan pekerjaan tidak boleh menyimpang dari spesifikasi teknis (Bestek). Mengingat fakta dilapangan saat ini beberapa item kegiatan yang dikerjakan dalam kegiatan tersebut telah mengalami kerusakan. Kemudian dalam tanggapannya R Adnan menyimpulkan pelaksanaan kegiatan harus sesuai dengan keharusan dan tidak boleh dipecah apabila rekeningnya satu.

    “Pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi teknis (Bestek) dan pelanggaran pemecahan paket kegiatan sejenis,” tutup Aktivis Antikorupsi R Adnan. 

    Sementara itu ditempat  terpisah, Wardah Bima, PPTK (Pejabat Pelaksana teknis Kegiatan) di Dinas Kesehatan Pekanbaru pada masa itu, kepada wartawan Beritaintermezo menyebutkan alasan pemecahan paket adalah untuk menjangkau lokasi mengingat luasnya Kota Pekanbaru.
    “Agar terjangkau, karna Pekanbaru ini Luas” tandas Wardah Bima.

    Kemudian diwaktu terpisah sewaktu dihubungi melalui selularnya terkait siapa yang melakukan pemecahan kegiatan menjadi perpaket-paket, Wardah Bima menyebutkan KPA (Kuasa Pengguna Anggaran)lah yang melakukannya.  Adapun KPA pada saat itu ditempati Rahmad Ramadiyanto, yang kini telah pindah ke dinas pekerjaan Umum (PU) Provinsi Riau. “KPA.KPA,” Jawab Wardah Bima.***


    Sumber: beritaitermezo

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Pemecahan Kegiatan Senilai Rp 16 Miliar di Diskes Pekanbaru Langgar Aturan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    6 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    7 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    8 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    9 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
    10 Ida Yulita: Anggaran Honor PMB RW Sebesar Rp. 13 Miliar, RT/RW Cuma Dapat Caci Maki
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved