www.riaukontras.com
| Selama Ini Kemana Inspektorat ???, Pelapor dan Ketua BUMG Aramiyah Diperiksa | | BUMG Blang Weu Baroh Ditinjau Dandim 0103 Aceh Utara | | Detail Program Covid-19 Belum Diterima DPRD Bengkalis | | 4 Kali Beraksi, Komplotan Curas Di Bangko Dibekuk Polisi. | | PB Gerakan NU Peduli Covid 19 Bantu Biaya Perawatan Hingga Sehat | | Bupati dan wakil Bupati Nias Barat turun Dampingi Penyaluran Bansos JPS Propinsi Di Kecamatan Lahomi
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Rabu, 27 Mei 2020
 
Banda Aceh
Wali Kota Teken Komitmen Tolak Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
Editor: Muhammad Abubakar | Minggu, 08-12-2019 - 18:05:26 WIB

TERKAIT:
 
  • Wali Kota Teken Komitmen Tolak Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
  •  

    BANDA ACEH, RIAUKontraS.com - Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman mendatangani komitmen bersama menolak kekerasan terhadap perempuan dan anak, kekerasan seksual dan perkawinan anak.

    Komitmen bersama yang diinisiasi Millennials Empowerment dan Flower Aceh ini ditandatangani pada acara Car Free Day (CFD), Minggu (8/12/2019) di Jl Tgk Daud Beureueh, Banda Aceh.

    Ikut juga menandatangani anngota DPRK Banda Aceh, Syarifah Munirah dan para pejabat jajaran Pemko Banda Aceh.

    Pada CFD edisi kali ini, Wali Kota memberi space kepada puluhan anak-anak muda yang tergabung dalam Millennials Empowerment dan Flower Aceh yang ingin mengkampanyekan isu kekerasan seksual dan perkawinan anak.

    Mereka melakukan long march memperlihatkan pesan-pesan yang bertuliskan menolak kekerasan terhadapa perempuan dan anak, kekerasan seksual dan perkawinan anak. Pantaun di lokasi, mereka menuliskan pesan-pesan seperti Pelaminan Bukan Tempat Bermain Anak, Say No to Sexual Harassment, Menjadi Perempuan Tanpa Rasa Was-was Kapan?  hingga pesan Stop Kekerasan Terhadap Perempuan.

    Wali Kota dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan mendukung penuh apa yang disuarakan komunitas tersebut.

    Katanya, bukan hanya kekerasan sexual dan perkawinan anak saja yang menjadi perhatian serius Pemko Banda Aceh, mencakup juga kekerasan terhadap perempuan dan anak.

    Lanjutnya, upaya perlindungan sudah menjadi program yang terus dijalankan dinas dan instansi terkait.

    “Kita terus bekerja keras berupaya memberi perlindungan dan perhatian melaui dinas dan intansi terkait. Ada DP3AP2KB, WDC hingga Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (TP2TP2). Mereka terus menjalankan usaha-usaha pencegahan dan perlindungan,” ungkap Aminullah.

    Namun, lanjut Aminullah, upaya menghapus kekerasan seksual, perkawinan anak, kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, tapi juga perlu melibatkan masyarakat, baik masyarakat umum maupun LSM dan komunitas. Semua harus terlibat dan bekerja bersama-sama.

    Pemko sendiri, lanjutnya sedang gencar-gencarnya menjalankan program Kota Layak Anak (KLA). Program ini juga bertujuan untuk meminimalisir kasus-kasus kekerasan seperti yang disuarakan Millennials Epowerment dan Flower Aceh.

    Saat ini, lanjutnya sudah dicanangkan belasan gampong di Banda Aceh sebagai Gampong Layak Anak. Ketika program ini berjalan, harapannya akan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pemenuhan hak-hak anak yang kemudian bermuara pada menurunnya kasus-kasus kekerasan tersebut.

    “Target kita, pada tahun 2021 semua gampong dan kecamatan di Banda Aceh sudah dicanangkan menjadi gampong dan kecamatan layak anak menuju Kota Banda Aceh sebagai Kota Layak Anak,” ungkap Aminullah.(Muhammad Abubakar)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Wali Kota Teken Komitmen Tolak Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    3 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    4 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    5 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    6 Ida Yulita: Anggaran Honor PMB RW Sebesar Rp. 13 Miliar, RT/RW Cuma Dapat Caci Maki
    7 Hanya Karna Rupiah, Kepala Sekolah SMK 3 Lahewa Larang Siswi Ikut Ujian
    8 Polemik Pembangunan Jalan TOL di Riau Menggurita, Dana APBN Diduga Menjadi Dana Talangan
    9 Ketua DPRD Riau Sayangkan Dumai, Bengkalis, dan Meranti Tak Terapkan PSBB
    10 Dugaan Adanya Indikasi Penyimpangan Pada Pekerjaan Jln Palembang dan Jln Seroja
    LSM GERAK Laporkan Kadis dan Kabit PUPR Kota Pekanbaru Kepada Penegak Hukum
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved