www.riaukontras.com
| Gedung Bougenville dan Instalasi Gizi Di RSUD Pemkab Bintan Sah Diresmikan Bupati Bintan | | Bupati Bintan Beserta Wakilnya Salurkan BLT Tahap II, APBD 2020 Dikucurkan Rp 65 Miliar Untuk Warga | | Wadanrindam IM Buka Pendidikan Tamtama Perawatan Kesehatan | | Andi cori Cs Gruduk Kantor Pemprov Kepri | | Pangdam IM Pimpin Rapat Evaluasi Progjagar | | Sekitar 7 Milyar Potensi Kerugian Negara,Berhasil Diselamatkan Bea Cukai Inhil
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Kamis, 16 Juli 2020
 
Langsa
Sering Dengar Suara Ular, Batu Bata Jadi Lapisan Kramik Rehab Kantor Tuha Peut
Editor: Muhammad Abubakar | Selasa, 03-12-2019 - 17:43:24 WIB

TERKAIT:
 
  • Sering Dengar Suara Ular, Batu Bata Jadi Lapisan Kramik Rehab Kantor Tuha Peut
  •  

    LANGSA, RIAUKontraS.com - Sebuah gudang yang dijadikan Sekretariat Majeli Permusyawaratan Desa (MPD) atau di Kota Langsa di sebut dengan nama Tuha Peut telah menjadi perhatian warga. Pasalnya Keuchik (Kepala Desa) telah mengalokasikan anggaran dari Dana Desa tahun 2019 untuk rehab gedung berkonstruksi kayu yang sebagian di jadikan kantor Tuha Peut Rp 20 Juta.

    Sementara sebagian lagi yang digunakan untuk kantor pemuda Gampong setempat tidak direhab.

    Keuchik Gampong Alue Merbau Kecamatan Langsa Lama, Pemerintah Kota Langsa Zakaria, saat dikonfirmasi wartawan Ruaukontras.com melalui sambungan telponnya, Selasa 03/12/2019 membenarkan telah mengalokasikan Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2019 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara sebesar Rp 20 Juta untuk rehab kantor Tuha Peut.

    Menurutnya anggaran Rp 20 Juta digunakan untuk mengganti seng, plafon, memasang kramik, memasang dinding dari batu bata, "benar untuk rehab kantor Tuha Peut anggarannya Rp 20 Juta, uang itu untuk ganti seng, pasang kramik, pasang plafon, memasang batu bata untuk dinding dari dala sekitar 80 CM, karena sebelumnya semua kayu, "jelas Zakaria diujung telponnya.

    Lebih lanjut dikatakan, coba hubungi Tuha Peut nya, karena yang tau semua dia, karena Tuha Peut langsung yang mengawasi, "pungkas Zakaria.

    Sementara Ketua Tuha Peut Safri saat dikonfirmasi wartawan Riaukontras.com melalui henponnya, Selasa (3/12/2019) membenarkan anggaran untuk rehab kator Tuha Peut Rp 20 Juta. Uang Rp 20 Juta digunakan untuk ganti seng, plafon, casibon, dan pasang kramik, anggaran saya tidak tau berapa semua habis karena kalau ada keperluan langsung di kasih, "jelasnya.

    Menurut Safri, pemasangan keramik dilakukan karena dibawah tanah ada ular, yang dia sendiri sering mendengar suara ular, "dulu lantainya semen karena sering ada suara ular maka kita ganti dengan kramik, dibawah lantai lama itu ada ular yang bersembunyi di lobang, kita sering dengar suara ular makanya kita pasang kramik, "tambah Safri lagi.

    Dulu sebelum digunakan kantor itu merupakan gudang, daripada tidak terpakai maka kita gunakan sebagian untuk kantor Tuha Peut dan sebahagian lagi digunakan untuk kantor pemuda Gampong Alue Merbau, "sambung Safri lagi.

    Dengan alasan sesuatu hal kita tidak bekerja sesuai Rencana Anggaran Belanja (RAB), batu bata itu kita gunakan untuk alas kramik, bukan untuk dinding, "pungkas Safri.(Muhammad Abubakar).

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Sering Dengar Suara Ular, Batu Bata Jadi Lapisan Kramik Rehab Kantor Tuha Peut
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    6 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    7 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    8 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    9 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
    10 Ida Yulita: Anggaran Honor PMB RW Sebesar Rp. 13 Miliar, RT/RW Cuma Dapat Caci Maki
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved