www.riaukontras.com
| Bupati dan wakil Bupati Nias Barat turun Dampingi Penyaluran Bansos JPS Propinsi Di Kecamatan Lahomi | | Miliki Vokal Merdu, Grup Asal Riau "Laa Tahzan" Rilis 8 Lagu Jadi Medley Raya | | Muncul Tujuh Nama Calon Sekda Siak, Arfan Usman Disebut-sebut Calon Terkuat | | Hari Pertama Kerja Usai Idul Fitri, Bupati Siak Tinjau Pos Cek Poin di Kerinci Kanan | | BEM Se-Riau Salut Kapolda Riau Penanganan Covid-19 dan Karhutla Melalui Dashboard Lancang Kuning | | Bupati Siak Lebaran Dirumah Aja, Alfedri Menangis Dengar Kumandang Takbir
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Rabu, 27 Mei 2020
 
Sabang
Kota Sabang Atasi Stunting Melalui Bantuan Tunai Untuk Anak
Editor: Muhammad Abubakar | Selasa, 22-01-2019 - 17:37:47 WIB

TERKAIT:
 
  • Kota Sabang Atasi Stunting Melalui Bantuan Tunai Untuk Anak
  •  

    SABANG, RIAUKontraS.com - Walikota Sabang, Nazaruddin, S.I.Kom membuka acara Kick Off meeting Kemitraan Pemerintah Kota Sabang dengan Unicef tentang pengentasan masalah malnutrisi ibu dan anak pada 22 Januari 2019 di Aula Bappeda Aceh. Pada sambutan pembukanya Nararuddin menyebutkan data balita yang mengalami malnutrisi dan stunting di Kota Sabang berdasarkan pendataan tahun 2018 dan komitmen penagananya.

    “Malnutrisi dan stunting pada anak merupakan persoalan krusial dan harus segera ditangani, setiap 1 dari 4 balita di Kota Sabang mengalami stunting. Fakta ini berdasarkan data aplikasi elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat pada tahun 2018 yang menyebutkan sebanyak 540 dari 2.037 balita di Kota Sabang mengalami malnutrisi dan stunting, atau sebesar 26,5%.

    Untuk penanganan malnutrisi dan stunting sekaligus menuju kota Sabang sejahtera, pihaknya telah mengalokasikan anggaran untuk bantuan tunai anak yang universal (universal cash grants/USG) dilakukan melalui transfer dana tanpa syarat kepada seluruh keluarga di Kota Sabang yang memiliki anak usia 0-6 tahun.

    Pelaksanaan program ini akan diiringi dengan penguatan pemahaman dan pendampingan kepada keluarga dan masyarakat agar bantuan tunai tepat guna dan memenuhi kebutuhan esensial anak. Untuk pelaksanannya kami bekerjasama dengan Unicef perwakilan Aceh, dan nantinya dibantu oleh mitra pelaksananya, Flower Aceh”.

    Sementara itu, Kepala Perwakilan Unicef Aceh, Andi Yoga Tama menyebutkan pelaksaan program USG akan berkotribusi kepada pengurangan angka kemiskinan sampai 3% dan perbaikan gizi anak di Kota Banda Aceh”

    “Apresiasi kepada pemerintah Sabang yang sudah mencanangkan program ini. Hasil micro simulasi yang dilakukan Unicef, menunjukkan bahwa pelaksanaan bantuan tunai anak akan berkotribusi kepada pengurangan angka kemiskinan sampai 3% dan perbaikan gizi anak di Kota Sabang. Program ini dapat menjadikan Kota Sabang sebagai model sukses mengurangi angka malnutrisi pada ibu dan anak”, tegasnya.  

    Lebih lanjut Andi menjelaskan program yang sedang dijalankan Unicef di Aceh untuk pengurangan malnutrisi dan stunting.
     
    “Dengan membangun hubungan jangka panjang dengan Pemerintah Aceh, UNICEF Indonesia akan melaksanakan model pendekatan multi-sektor untuk mengatasi malnutrisi ibu dan anak di Provinsi Aceh pada empat kabupaten terpilih, yakni Kabupaten Simeuleu, Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Singkil, dan Kota Sabang. Model ini akan mendukung intervensi yang terintegrasi dan komprehensif dari berbagai sektor untuk mengatasi penyebab utama malnutrisi ibu dan anak, termasuk paket gizi esensial, layanan kesehatan, dan layanan kebersihan berbasis masyarakat dengan dukungan pengasuhan yang positif (positive parenting) dan program bantuan tunai anak yang universal (universal cash grants)”, tegasnya. 

    Malnutrisi dan Stunting pada anak sangat terkait dengan kondisi kemiskinan. Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan Ekonomi dan Ketenagakerjaan, Bappeda Provinsi Aceh, Martunis, ST, DEA memaparkan beberapa kebijakan untuk mengatasi kemiskinan anak di Aceh.

    “Penangan malnutrisi dan stunting dapat diatasi melalui kebijakan untuk mengatasi kemiskinan anak meliputi kebijakan intervensi 100 hari pertama untuk mencegah stunting/wasting, optimalisasi layanan kesehatan anak di tingkat primer, penyediaan penguatan pendidikan usia dini dan dasar, penyediaan lingkungan yang bersih dan sehat, penyediaan tambahan makanan anak sekolah, penyediaan universal grant child, peningkatan pemahaman orang terkait pola asuh, peningkatan kesejahteraan orang tua, serta keberpihakan dan sinkronisasi anggaran (APBG, APBK, APBA, dan APBN) dalam pengentasan kemiskinan anak”, jelasnya.  
     
    Sebagai penutup, Nazaruddin mengingatkan semua pihak untuk berkolaborasi dalam penanganan malnutrisi dan stunting di Kota Sabang.

    “Malnutrisi dan stunting merupakan persoalan krusial yang membutuhkan komitmen dan kerja keras semua pihak secara terintegrasi mulai dari perangkat kerja pemerintah kota Sabang, dukungan pemerint gampong, LSM, masyarakat dan para pihak terkait lainnya”, tegasnya.

    Kick Off meeting Kemitraan Pemerintah Kota Sabang dengan Unicef tentang pengentasan masalah malnutrisi ibu dan anak juga menghadirkan pimpinan DPRK, SKPK, Dandim 0112, Kapolres, Danlanal, Danlanud, Kajari, perwakilan instansi pemerintahan, MAA, MPU, Baitul Maal, PKK, Camat, Geuchik, Puskesmas, LSM,  media dan pihak strategis lainnya di Kota Sabang.(***)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Kota Sabang Atasi Stunting Melalui Bantuan Tunai Untuk Anak
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    3 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    4 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    5 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    6 Ida Yulita: Anggaran Honor PMB RW Sebesar Rp. 13 Miliar, RT/RW Cuma Dapat Caci Maki
    7 Hanya Karna Rupiah, Kepala Sekolah SMK 3 Lahewa Larang Siswi Ikut Ujian
    8 Polemik Pembangunan Jalan TOL di Riau Menggurita, Dana APBN Diduga Menjadi Dana Talangan
    9 Ketua DPRD Riau Sayangkan Dumai, Bengkalis, dan Meranti Tak Terapkan PSBB
    10 Dugaan Adanya Indikasi Penyimpangan Pada Pekerjaan Jln Palembang dan Jln Seroja
    LSM GERAK Laporkan Kadis dan Kabit PUPR Kota Pekanbaru Kepada Penegak Hukum
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved