www.riaukontras.com
| Camat Bunut Turut Padamkan Api Desa Petani | | Kejaksaan Negeri Kabupaten Inhil mengungkapkan perkara dugaan korupsi | | Jika Toro Ditahan, Berarti Jaksa Melakukan Pelanggaran Hukum | | T. RUSLI AHMAD, SE mendapatkan dukungan dari tokoh masyrakat Indragiri Hilir, Masuk Kabinet Jokowi | | Wakil Bupati Pelalawan,Buka Bono Bhayangkara Advebture Pelalawan II Tahun 2019 | | Jualan Sabu,Akhirnya Nenek Sumarni Di Ringkus SAT Res Narkoba
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Selasa, 23 Juli 2019
 
Aceh Barat
YARA Ingatkan Perusahaan Pembiayaan Kredit di Aceh Barat
Editor: Muhammad Abubakar | Selasa, 31-07-2018 - 21:51:46 WIB

TERKAIT:
 
  • YARA Ingatkan Perusahaan Pembiayaan Kredit di Aceh Barat
  •  

    MEULABOH, RIAUKontraS.com - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mengingatkan perusahaan leasing yang ada di kabupaten Aceh Barat agar tidak sembarangan menarik kendaraan pada konsumen (pelanggan).

    Hal tetsebut disampaikan ketua koordinator YARA Pantai Barat Hamdani, Selasa (31/7/3018) di Meulaboh. Menurut Hamdani pihaknya sudah banyak menerima pengaduan dari masyarakat Aceh Barat terkait prilaku Debt Colektor yang menarik objek kredit tanpa prosedur, sesuai peraturan yang berlaku.

    Kami mendapat pengaduan dari konsumen, kata Hamdani, "ada konsumen yang membeli secara cash namun dialihkan ke kredit oleh perusahaan pembiaayaan namun ketika cicilannya macet kenderaan tersebut di datangi oleh pihak leasing untuk di tarik.

    :Karena sikap arogansi dan kesewenang wenangan pihak leasing tersebut kami juga telah melayangkan surat pemberitahuan untuk mengikuti dan mentaati peraturan perundang undangan yang ada kepada pihak perusahaan leasing yang ada di meulaboh, "ujarnya.

    Surat yang di layangkan tersebut atas dasar ramainya laporan laporan serta keluhan masyarakat yang datang pada kantor kami, terkait tunggakan cicilan atau angsuran. Masyarakat yang menjadi konsumen seringkali di telepon dan didatangi oleh debt collector dari perusahaan pembiayaan (leasing);yang ada di Meulaboh, "lanjut Hamdani.

    Masih menurut Hamdani, surat yang dikirim tersebut juga untuk memberitahukan kepada leasing agar perusahaan pembiayaan (leasing) dalam memberikan fasilitas kredit kepada masyarakat wajib mentaati undang undang Nomor 42 tahun 1999 Tentang Fidusia, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 130 / PMK.010 / 2012 Tentang pendaftaran Fidusia yang mewajibkan leasing mendaftarkan jaminan Fidusia paling lambat 30 hari kerja sejak perjanjian kredit dan undang undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

    Di samping itu, leasing selaku perusahaan pembiayaan kredit dengan masyarakat selaku debitur tidak mengikuti dan melaksanakan mekanisme sesuai undang undang dan peraturan Menteri Keuangan Nomor 130/2012 yang berarti kegiatan usaha perusahaan leasing telah melanggar dan melawan hukum yang berdampak pada pembekuan izin usaha perusahaan tersebut dan di pastikan juga perusahaan leasing tidak mendapatkan hak eksekutorial langsung karena tidak memiliki sertifikat Fidusia.
     
    Namun, Jika transaksi perjanjian kredit antara perusahaan leasing selaku kreditur dengan masyarakat selaku debitur tidak dibuatkan akta notaris dan tidak di daftarkan jaminan fidusianya, maka perjanjian kreditnya hanya bersifat hutang piutang biasa, dan perusahaan leasing tidak memiliki hak untuk menarik dengan modus di titipkan untuk sementara atau melakukan eksekusi barang konsumen dengan alasan apapun karena perusahaan tidak memiliki sertifikat Fidusia kecuali perusahaan itu telah mendapatkan putusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap, "sambung Hamdani.
     
    Perusahaan leasing yang dengan sengaja tetap memaksakan kehendaknya melakukan penarikan, atau melakukan eksekusi terhadap barang milik konsumen yang telah menunggak pembayaran cicilannya tanpa di sertai dengan dokumen yang sah yaitu sertifikat fidusia atau putusan pengadilan, perbuatan tersebut telah melawan hukum dan telah melakukan tindak pidana perampasan sebagaimana di maksud dalam pasal 335, 365, dan 368 KUHPidana.
     
    Diharapkan perusahaan leasing mengikuti aturan yang sudah ada, agar tidak akan terjadinya permasalahan seperti selama ini. "Kami mengharapkan agar pihak leasing kedepannya agar betul betul mengikuti aturannya, baik perusahaan leasing yang ada di meulaboh maupun yang ada di seluruh Aceh, "pungkas Hamdani.(Muhammad Abubakar)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • YARA Ingatkan Perusahaan Pembiayaan Kredit di Aceh Barat
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    6 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    7 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    8 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved