www.riaukontras.com
| Sat Reskrim Polres Inhil Ungkap Sindikat Penipuan Online Internasional | | Jum'at Berkah, Polres Inhil Kembali Bagikan Nasi Kotak Kepada Tukang Becak | | Sebagai Mitra, Paur Subbag Humas Polres Kuansing Wakilkan Kapolres dalam Tausiyah | | HUT Sat Polair Ke-70, Polres Inhil Kembali Meresmikan Bedah Rumah Warga Tak Mampu | | 2 Hari Lagi DPP PAO Dikukuhkan, Bupati Inhil Siap Jadi Dewan Pelindung | | Komplotan Peredaran Uang Palsu dan Curanmor Berhasil di Ringkus Polres Bengkalis
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Jum'at, 27 November 2020
 
Ada Apa dengan DAK 2019 di Talang Muandau?, Proyek Jalan Tanpa Volume yang Jelas dan Salah Alamat
Editor: | Selasa, 21-05-2019 - 22:35:04 WIB

TERKAIT:
 
  • Ada Apa dengan DAK 2019 di Talang Muandau?, Proyek Jalan Tanpa Volume yang Jelas dan Salah Alamat
  •  

    PINGGIR, RIAUKontraS.Com – Peningkatan kualitas jalan sejatinya memang sangat dibutuhkan oleh seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Kecamatan Talang Muandau yang merupakan pemekaran dari Kecamatan Pinggir. Demikian halnya dengan jalan poros Kecamatan menuju ibu kota Kecamatan Talang Muandau yang terletak di Desa Beringin dan Koto Pait Beringin.

    Akan tetapi proses pelaksanaan pembangunan jalan yang dilaksanakan sering kali menimbulkan tanda tanya di masyarakat. Dan hal ini terlihat pada proyek peningkatan jalan di Jl. Sungai Kayu Api Desa Koto Pait Beringin. Proyek rigid beton dengan sumber dana dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2019 dengan nilai proyek sebesar 2,2 Milyar lebih terlihat banyak memiliki kejanggalan.

    Pada papan proyek yang dikerjakan oleh CV. Jaya Malindo sebagai pelaksana proyek di lapangan sama sekali tidak menerangan volume jalan yang dikerjakan baik panjang dan lebar jalan maupun ketebalan rigid beton yang dikerjakan. Ketebalan rigid yang sedang dikerjakan juga menimbulkan tanda tanya, karena terlihat jelas ketebalan rigid hanya + sekitar 15 cm, sementara jalan Sungai Kayu Api ini merupakan jalan Poros Kecamatan, dan setiap hari dilalui oleh kendaraan Truck yang bermuatan dengan tonase yang besar dan bukan jalan Desa.

    Kejanggalan kedua juga terlihat dari keterangan lokasi proyek. Papan proyek menerangkan lokasi proyek adalah Jalan Sungai Kayu Api Kuala Penaso. Padahal Jalan Sungai Kayu Api bukan di wilayah Desa Kuala Penaso, akan tetapi merupakan wilayah Desa Koto Pait Beringin.

    Izandri, S.Sos Kepala Desa Kuala Penaso ketika bersama RiauKontras.com berada di lokasi (Senin, 20/05) juga terlihat heran dan sedikit kesal. “Koq begini proyek jalan ini ya. Kenapa koq sama sekali tidak menerangkan volume jalan yang dikerjakan”, tanya Izandri heran.

    “Lagi pula mana yang benar ini….?, kalau memang proyek ini untuk jalan Kayu Api kenapa koq Kuala Penaso dibawa-bawa di papan proyek, Kuala Penaso khan wilayah saya. Proyek ini memang untuk Jalan Kayu Api atau memang untuk Kuala Penaso….?”, tambah Izandri kesal.

    “Kualitas rigidnya pun sepertinya kalah jauh jika dibandingkan dengan rigid beton yang di perbatasan Kuala Penaso dengan Koto Pait di dekat jembatan Sungai Penaso”, tambah Izandri lagi.

    Sementara itu, ketika RiauKontras.com mencoba mengumpulkan informasi dari salah seorang pekerja (tak ingin disebut namanya) pada proyek tersebut, beliau Cuma dapat mengatakan, “Kami Cuma bekerja disini Pak, soal urusan ini dan itu kami tidak tau lah”, ujarnya.

    Tentu saja hal ini perlu diluruskan oleh semua pihak, khususnya oleh Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam ini Dinas Pekerjaan Umum. Hal ini tentunya harus menjadi bahan evaluasi bagi semua pihak agar tidak menimbulkan sakwa sangka dan praduga di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Bengkalis, khususnya masyarakat Kecamatan Talang Muandau. Jangan sampai terjadi pelaksana proyek di lapangan yang bermain dalam pelaksanaan proyek dan pengawas lapangan yang kurang tegas, tapi justru Pemkab Bengkalis yang jadi korban kambing hitam.

    (RW Hidayat)


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Ada Apa dengan DAK 2019 di Talang Muandau?, Proyek Jalan Tanpa Volume yang Jelas dan Salah Alamat
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    6 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    7 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    8 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    9 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    10 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved