www.riaukontras.com
| TGB Akan Terima Penghargaan dari Al-Azhar Mesir | | Zeni AD, Zidam IM Rayakan Syukuran HUT ke 74 | | Lambhuk dan Ulee Kareng Gampong Layak Anak | | Wali Kota Dukung MoU Universitas Abulyatama dan RSUD Meraxa | | Pemko Gelar Bimtek Pelaksanaan Teknis Pengadaan Barang dan Jasa | | SMK Negeri 1 Lapang Butuh Ruang Belajar dan Laboratorium
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Rabu, 16 Oktober 2019
 
Bhatin Hitam Sungai Medang, Ahmad Arifin Gugat BTNTN dan Polres Pelalawan
Editor: | Kamis, 10-10-2019 - 21:42:31 WIB

TERKAIT:
 
  • Bhatin Hitam Sungai Medang, Ahmad Arifin Gugat BTNTN dan Polres Pelalawan
  •  

    PELALAWAN, RIAUKontraS.Com - Penetapan Bathin Hitam Sungai Medang,Abdul Arifin oleh penyidik Polres Pelalawan sebagai tersangka kasus sebagaimana dalam pasal 92 Ayat 1 huruf a Jo Pasal 17 Ayat 2 huruf b Undang-undang RI No 18 tahun2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan Hutan/atau Pasal 40 Ayat 2 Jo Pasal 33 Ayat 3 Undang-undang RI No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya,berbuntut pada gugatan yang diajukan oleh tersangka melalui kuasa hukumnya Refranto Lanner Nainggolan,S.H. dan rekan dari Advokat pada Organisasi Bantuan Hukum Seroja 77.

    Refranto membenarkan bahwa kami tim kuasa Hukum dari Abdul Arifin telah mendaftarkan secara resmi gugatan perbuatan melawan Hukum,Rabu(9/10/2019) dimana pihak tergugat adalah Kementrian Lingkungan Hidup Cq Dirjen Konservasi Sumber daya Alam Cq Balai Taman Nasional Tesso Nilo dan Kepolisian Republik Indonesia Cq Kepolisian Republik Indonesia Daerah Riau Cq  Kepolisian Republik Indonesia Daerah Riau Resort Pelalawan.

    Dalam petitum penggugat menyebutkan bahwa ada 13 point' dalam pokok perkara, tambahnya lagi bahwa awal mula dari munculnya gugatan PMH(perbuatan melawan hukum) ini adalah kliennya telah ditetapkan menjadi tersangka sebagai mana dalam pasal 92 Ayat 1 huruf a Jo Pasal 17 Ayat 2 huruf b Undang-undang RI No 18 tahun2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan Hutan/atau Pasal 40 Ayat 2 Jo Pasal 33 Ayat 3 Undang-undang RI No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya,dimana klien kami sebagai Penggugat disangkakan telah melakuka kegiatan perkebunan dengan menanam karet tanpa izin Menteri didalam kawasan Hutan sebagaimana surat Penangkapan Nomor: SP.Kap/59/VIII/2019/Reskrimum, tertanggal 10 Agustus 2019 adalah didasarkan pada surat laporan polisi Nomor. LP/152/VII/2019/RIAU/RES PLLWN, tertanggal 10 Agustus 2019.

    Sehingga Penggugat  di tangkap oleh Tergugat II  dihari dan tanggal yang sama yang mana dengan segala kemampuan serta kewenangan yang melekat pada Tergugat II dibuktikan atas Pengaduan/Laporan Tergugat I sesuai  dengan adanya Laporan Polisi Nomor: LP/152/VII 2019/RIAU/RES PLLWN, tertanggal 10 Agustus 2019 dimana Penggugat diduga telah menguasai lahanTNTN, tanpa membuktikan terlebih dahulu apakah tanah dalam kawasan hutan tersebut sudah memiliki kepastian hukum sesuai dalam SK: 663/Menhut-II/2009 tentang Perubahan Fungsi Sebagian Kawasan Hutan Produksi Terbatas Kelompok Hutan Tesso Nilo Seluas + 44.492 Hektare yang terletak di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau menjadi Taman Nasional sebagai Perluasan. Taman Nasional Tesso Nilo dan Hutan sebagai mana bunyi Pasal 15  UU No 41 Tahun 1999 tentang kehutanan  Jo. UU. No18 Tahun 2013

    Juga mengamatkan tentang kepastian hukum atas kawasan Hutan yang mana telah diuji Materi sebagai mana putusan MK No.45/PUU-IX/2011 “Penetapan Kawasan hutan” tidak hanya sekedar penunjukan saja akan tetapi juga harus dilakukan proses penataan batas, pemetaan dan penetapan kawasan hutan

    Tambahnya lagi bahwa Tergugat II ini dengan ketidak profesionalan dalam tindakan untuk pembuktiannya tidak terlebih dahulu melakukan penyelidikan yang mendalam bahwa Penggugat menguasai tanah tersebut berdasarkan Tanah maupun Hutanulayatnya yang sudah ada jauh sebelum kemerdekaan dan dengan adanya (Staatablad) tahun 1932 No. 135 sesuai data Memorie Van Overgave di arsip lembaran Nasional RI.

    Atas laporan Tergugat Pertama sepatutnya Tergugat Kedua haruslah dapat membuktikan Berita acara Pemancangan Batas Kawasan hutan TNTN dan menunjukan eta hasil Tata Batas Temu gelang luas yang sudah Pasti dilapangan. (Dav)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Bhatin Hitam Sungai Medang, Ahmad Arifin Gugat BTNTN dan Polres Pelalawan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    6 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    7 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    8 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved