www.riaukontras.com
| Pansus RTRW Bahas Wilayah Kawasan di Kabupaten Bengkalis Bersama Walhi Riau | | Bupati Tapsel Dan Kapolres Minta Masyarakat Jadi Jurkam Protokol Kesehatan | | Kades Simpang Jaya Kerahkan 20 Unit Tank Semprot Untuk Melawan Covid-19 | | Kunjungan Kornas TRC PPA Didampingi Ketua Korwil Riau Ke Mapolda Riau Disambut Hangat Wakapolda | | Diduga Ada Penyimpangan Penyaluran Dana Media, DPW MOI Layangkan Surat Uadiensi ke Ketua DPRD | | Gantikan Syahrul Thaib, Said Mahdum Jabat Sekretaris Daerah Kota Langsa
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Selasa, 14 Juli 2020
 
GELPER Marak Di Kota Pekanbaru
Ketua DPP LPPNRI Riau Minta Kapolda Riau Segera Tutup dan Tangkap Pelakunya
Editor: | Jumat, 09-03-2018 - 09:29:06 WIB
Ket Photo: Ketua DPP LPPNRI Propinsi Riau Dedi Syahputra
TERKAIT:
 
  • Ketua DPP LPPNRI Riau Minta Kapolda Riau Segera Tutup dan Tangkap Pelakunya
  •  

    PEKANBARU, RIAUKontraS.com - Ketua DPP LPPNRI Propinsi Riau Dedi Syahputra mengatakan kepada media dikantornya Komplek Damai Langgeng Rabu (8/3/18), minta Kapolda Riau agar segera menutup tempat-tempat perjudian tersebut pada khususnya seluruh gelanggang permainan elektronik (gelper) di kota Pekanbaru.

    "Ini Kota Pekanbaru adalah Kota Madani, untuk itu kalau masih ada tempat-tempat perjudian dikota ini maka kurang layaklah disebut kota Pekanbaru adalah kota Madani,  kita meminta kepada Kapolda Riau untuk segera menutup dan menangkap pelaku gelper yang merajalela di Kota Pekanbaru ini. " Minta Dedi

    Dedi menambahkan lagi, "bahwa hal ini juga beberapa Media sudah memberitakan namun kita sangat menyangkan sikap wakapolreta AKBP Edy Sumardi yang diduga interfensi media tersebut,  sebaiknya dengan ada info atau pemberitaan di media terkait gelper ini ada tindakan dari pihak penegak hukum bukan sebaliknya interfensi media." tegas Edy.

    AKBP Edy Sumardi saat di konfirmasi di kantor Polresta Pekanbaru Kamis (8/3/18), tidak bisa ditemui karena menurut ajudannya bernama Zai, bapak lagi rapat tidak bisa jumpai, silahkan konfirmasi melalui humas polresta Pekanbaru Iptu Polius sambil memberikan nomo telepon Iptu Polius, saat media ini mencoba menghubung melalui telepon selulernya tersebut Iptu Polius mengatakan, "dari tadi saya tunggu-tuggu sambil mengarahkan bagaimana kalau media konfirmasi dengan Kasat Reskrim aja karena itu masih atasan saya kata Polius atau biar saya cari datanya nanti saya akan hubungi kembali ya"... janji Polius hingga sampai berita ini naik belum ada kabar dari polius.

    Kapolda Riau Irjen Drs Nandang MH saat dikonfirmasi oleh media ini pada Kamis (8/3/2018) melalui Kabid Humas Polda Riau Kombes Guntur Aryo Tejo namun sangat disayangkan karena Kabid Humas Polda Riau Kombes Guntur tidak ada dikantornya menurut stafnya lagi keluar kota.

    Sejumlah gelanggang permainan (gelper) di Pekanbaru terindikasi judi. Permainan itu hanya bersifat untung-untungan.

    Di Pekanbaru terdapat puluhan arena gelper yang beroperasi hingga pukul 03.00 dinihari, bahkan, ada yang buka hingga pagi hari.

    Arena ini nyaris tak tersentuh aparat yang berwenang baik Satpol PP Kota Pekanbaru maupun aparat kepolisian.

    Berikut fakta-fakta kenapa gelper disebut judi:

    1. Permainan adu nasib
    Permainan mesin gelper di Pekanbaru hanya mengandalkan mesin-mesin judi jackpot. Para pemain bebas bermain menggunakan koin tanpa harus menggunakan keterampilan. Pemain hanya menekan-nekan tombol di mesin jackpot untuk mendapatkan poin. Kemudian poin tersebut ditukar dengan hadiah bahkan uang.

    2. Melanggar Pasal 303 KUHP
    Dalam Pasal 303 KUHPidana permainan judi itu bersifat untung-untungan atau sama halnya dengan adu nasib. Pemain tidak butuh keterampilan dalam bermain.

    Pemain yang menang hanya faktor dari kebetulan bukan merupakan keterampilan si pemain. Jadi siapapun yang baru main ada kemungkinan menang dan kalah. Termasuk taruhan di dalamnya menjadi salah satu bukti gelper merupakan ajang judi. Berkedok game zone
        
    Arena judi gelper di Pekanbaru Kota Madani tersebut kerap berkedok game zone anak-anak. Di depan lokasi yang biasa berada di mal atau di ruko-ruko kerap dipajang stiker permainan anak-anak. Bahkan di depannya terkadang diletakkan permainan jenis odong-odong. Ini sangat merusak generasi bangsa Koin bisa ditukar uang

    Beberapa arena gelper bisa menukarkan poin mesin jackpot dengan uang atau semacam hadiah lainnya. Bagi pemenang yang sudah biasa bermain biasanya menukarkan poin itu dengan hadiah atau uang. Kerap buka terang-terangan

    Kendati izin gelper itu adalah berupa permainan anak-anak namun izin itu disalahgunakan menjadi arena perjudian. Lemahnya pengawasan dari Pemko Pekanbaru membuat arena judi itu terus tumbuh subur. Di Perda Kepariwisataan, gelper ini cuma diizinkan di kawasan wisata tertentu. Namun belakangan sudah merambah ke kawasan pemukiman penduduk.

    IMO

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Ketua DPP LPPNRI Riau Minta Kapolda Riau Segera Tutup dan Tangkap Pelakunya
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    6 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    7 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    8 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    9 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
    10 Ida Yulita: Anggaran Honor PMB RW Sebesar Rp. 13 Miliar, RT/RW Cuma Dapat Caci Maki
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved