www.riaukontras.com
| Serma Zainul Hasibuan Raih Gelar Magister Pendidikan Dengan Nilai A+ | | Jalan Rusak, Warga Tambusai Berharap Pemkab Rohul Peduli dan Segera di Aspal | | Rezki Nur Ichsan Memperingatkan, Kadis Kesehatan Kota Pekanbaru Mengeluarkan Pernyataan | | Pro Aktif Dalam Penanganan Covid-19 Polsek LTD Himbau Seluruh Tokoh | | Panen Jagung Perdana Kawasan Agrowisata di RA Kopi Aren Bersama Gubernur Riau | | SAH, ABS Terima SK dari DPP Jadi Ketua DPD NASDEM Kota Pekanbaru
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Selasa, 20 Oktober 2020
 
Mahasiswa UIR Aksi Tolak Omnibus Law RUU Cilaka
Editor: | Jumat, 14-08-2020 - 23:31:40 WIB
TERKAIT:
 
  • Mahasiswa UIR Aksi Tolak Omnibus Law RUU Cilaka
  •  

    Pekanbaru, RIAUkontraS.com - Mahasiswa Universitas Islam Riau telah melakukan aksi damai pada 14 Agusturs 2020 didepan kantor DPRD Riau. Karena dianggap Omnibus Law Cipta Kerja merupakan salah satu bukti negara yang semakin takluk pada penguasa modal, sampai harus merugikan kepentingan orang banyak.

    Penyebabnya pemerintah tidak selektif dalam menarik investasi yang datang sehingga investor berpotensi yang hadir justru adalah investor yang buruk yang hanya akan memperluas eksploitasi alam dan kerusakan lingkungan dengan menghadirkan produk hukum yang justru bermasalah.

    Isi dan konsep Omnibus Law Cipta Kerja yang takluk pada penguasa modal dan berakibat merugikan kepentingan banyak orang/ masyarakat, selain itu hanya akan memperluas eksploitasi alam dan menyebabkan kerusakan lingkungan dan berakhir dengan merugikan masyarakat.

    "Pasal - pasal yang ada dalam RUU Cipta Kerja akan berpotensi mengancam kehidupan dan terjadinya pendegredasian terhadap hak - hak buruh/pekerja. Seperti hilangnya upah minimum, hilangnya pesangon hingga hilangnya sanksi pidana bagi pengusaha nakal sehingga dapat memperkaya korporat.

    Selain berdampak bagi kaum buruh, RUU ini juga berdampak pada kehidupan petani, nelayan, masyarakat adat, mahasiswa dan pelajar, perempuan serta memperparah ekologi. Pada sektor lingkungan pun, RUU ini juga sangat bermasalah dengan adanya penghapusan pasal yang mengatur tentang sanksi pidana, dan izin lingkungan hanya untuk usaha yang memiliki resiko tinggi, sehingga menggambarkan bahwa akan dapat mengorbankan lebih banyak lagi kelestarian lingkungan hidup dan akan memberikan karpet merah kepada korporasi perusak lingkungan.

    Dengan almamater kebanggaannya puluhan mahasiswa Universitas Islam Riau yang menyampaikan tuntutannya “Mendesak Presiden Jokowi dan DPR RI selaku Pengusul RUU Omnibus Law Cipta Kerja untuk segera mencabut surat instruksi pembahasan Omnibus Law untuk tidak dilanjutkan pembahasan RUU tersebut.

    Novyanto selaku Presiden Mahasiswa UIR sekaligus kordum pada aksi tersebut menyampaikan bahwa “Kami mahasiswa UIR menolak untuk disahkannya RUU Omnibus Law Cipta Kerja, karena RUU ini tidak menyelesaikan masalah namun malah menambah masalah” Anggapnya karena didalam RUU Cipta Kerja masi banyak bertentangan dengan MA, hanya menguntungkan korporat dan masyarakat kecil semakin tertindas ini harus digagalkan,"tutupnya.

    Riyan Saputra selaku Kordinator Lapangan Aksi meminta Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat agar tidak mengabaikan penyampaian aspirasi dari Mahasiswa terhadap persoalan ini. "Kami meminta dalam 7x24 jam, kami mendapat titik terang bahwa suara kami ini didengar dan diteruskan kepada pemerintah pusat di Jakarta. Karena jika tidak, kami mahasiswa UIR siap menurunkan masa yang lebih besar lagi,","tegas Riyan.

    Fahrul Rozi selaku Mentri Dalam Universitas BEM UIR dalam orasinya menyampaikan keprihatinannya terhadap pemerintahan sekarang. “dimasa pandemic seperti sekarang seharusnya anggaran difokuskan untuk menangani Covid 19, bukan malah membahas dan menghabiskan anggaran negara untuk membahas RUU Omnibus Law yang mana anggarannya tidak kecil.” Ujar Fahrul

    Aksi pun disambut dengan DPRD Riau diwakili Anggota DPRD Riau dari Komisi IV Tumpal Hutabarat menyampaikan rasa terimakasihnya terhadap para mahasiswa yang hari ini ikut mewakili keresahan akan RUU Cipta kerja ini. Fraksi Demokrat ini juga menyatakan sikap mewakili DPRD Riau “Kami sepakat menolak RUU omnibuslaw seperti yang sudah kami lakukan juga dihari kemarin dan pagi ini terhadap RUU Omnibuslaw ini," ujar anggota DPRD yang hanya satu - satunya di kantor DPRD Riau.

    Indra

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Mahasiswa UIR Aksi Tolak Omnibus Law RUU Cilaka
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    6 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    7 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    8 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    9 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    10 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved