www.riaukontras.com
| Polres Pelalawan Adakan Rapat Analisa Evaluasi Kenerja Polri | | Kementerian Pertahanan Republik Indonesia mengadakan (PCTA) tingkat SMA,Di Provinsi Riau | | Kota Banda Aceh Raih Adipura Aceh | | Cegah Berita Hoax, ACT Tunjukkan Aksi Nyata | | Pemko Kota Banda Aceh Sosialisasi Pencegahan Peredaran Narkoba | | Mahdi Andela Berbagi Trik 15 Menit Jadi Jurnalis
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Rabu, 24 Juli 2019
 
Terendus Dugaan Jual Beli Jabatan di Pelalawan, LPPNRI Segera Sampaikan Laporan Kepada Penegak Hukum
Editor: | Sabtu, 13-07-2019 - 22:50:11 WIB

TERKAIT:
 
  • Terendus Dugaan Jual Beli Jabatan di Pelalawan, LPPNRI Segera Sampaikan Laporan Kepada Penegak Hukum
  •  

    PEKANBARU, RIAUKontraS.com - Isu jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Pelalawan merebak di kalangan media. Sebuah LSM bernama Lembaga Pemantau Penyelenggaraan Negara Republik Indonesia (LPPNRI) mencium praktik kotor ini dan merilis hasil investigasi mereka ke beberapa media, Minggu lalu.

    Isinya cukup mengejutkan. Untuk menjadi Kepala Dinas (eselon II) dibanderol di kisaran Rp 100-250 juta. Eselon III Rp 30-75 juta. Sedangkan eselon IV Rp 15-25 juta.

    Nama Adi Sukemi, anak bupati Pelalawan disebut sebut [diduga] terlibat dalam transaksi jabatan mulai dari eselon IV hingga eselon II ini.

    Selain Adi Sukemi, nama Ketua Bappeda Pelalawan Syahrul juga ikut diseret.

    "Hasil investigasi yang kita dapat dari berbagai sumber telah terjadi indikasi kuat dugaan jual beli jabatan di Pemkab Pelalawan. Praktik ini bahkan sudah berlangsung lama dan beberapa orang terlibat. Diantaranya Adi Sukemi, Syahrul (ketua Bappeda Pelalawan). Dua oknum ini ikut berperan," ujar Ketua LPPNRI Riau, Hondro dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi berazam, Jum'at (5/7) pekan lalu.

    "Dalam waktu dekat akan ada mutasi, kita akan terus memantau," lanjut dia. "Selain yang dua oknum ini ada lagi satu pejabat dan dua orang sipil. Kita sedang investigasi".

    Informasi tambahan menurut investigasi LPPNRI, pada mutasi periode lalu, duit yang terkumpul sebesar Rp 2,5 M. Dan markas untuk mengatur di salah satu hotel di jalan Riau.

    "Mereka beroperasi mulai pukul 10 malam hingga pukul 3 pagi. Hasil investigasi ini segera akan kami laporkan ke penegak hukum mulai dari kepolisian, Kejaksaan dan KPK," tegas Hondro.

    Ketua Bappeda Pelalawan Syahrul membantah dirinya terlibat dalam jual beli jabatan. "Salah alamat. Saya tidak tahu dan tidak ada kaitannya dengan itu. Itu fitnah," kata Syahrul , Jum'at (5/7).

    Senada dengan Syahrul. Adi Sukemi juga membantah tudingan tersebut. Melalui aplikasi WhatsApp, "Saya tegaskan tidak ada jual beli jabatan. Mudah-mudahan yang membuat fitnah dan berita hoax ini diberi hidayah," pungkasnya.[red/rls, hrc].

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Terendus Dugaan Jual Beli Jabatan di Pelalawan, LPPNRI Segera Sampaikan Laporan Kepada Penegak Hukum
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    6 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    7 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    8 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved