www.riaukontras.com
| Kades Simpang Jaya Kerahkan 20 Unit Tank Semprot Untuk Melawan Covid-19 | | Kunjungan Kornas TRC PPA Didampingi Ketua Korwil Riau Ke Mapolda Riau Disambut Hangat Wakapolda | | Diduga Ada Penyimpangan Penyaluran Dana Media, DPW MOI Layangkan Surat Uadiensi ke Ketua DPRD | | Gantikan Syahrul Thaib, Said Mahdum Jabat Sekretaris Daerah Kota Langsa | | Tetap Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19, Test Kenaikan Sabuk Perguruan IKS-PI Kera Sakti | | Terdampak Covid-19, Pemerintah Desa/ Kampung Tuah Indrapura Salurkan Dana BLT-DD
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Senin, 13 Juli 2020
 
12 Wartawan Riau Menghadapi Uji Kompetensi Wartawan
Editor: | Rabu, 05-12-2018 - 13:04:55 WIB

TERKAIT:
 
  • 12 Wartawan Riau Menghadapi Uji Kompetensi Wartawan
  •  

    PEKANBARU, RIAUKontraS.com - Lembaga Pers Doktor Soetomo (LPDS ) gelar loka karya dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di kota bertuah Pekanbaru. UKW dilaksanakan di Furaya Hotel Pekanbaru, selasa tanggal 27 sampai 29 November 2018.

    Hal ini sangat penting bagi komunitas wartawan untuk "Kompeten" maka untuk itu, Dewan Pers membuat standar kompetensi wartawan, 27s/d 29/11/2018).

    Peserta yang mengukuti Uji kompetensi wartawan, diikuti 12 orang dari berbagai media. LPDS bekerjasama dengan Forum wartawan Kristen (FORSWAN) melakukan pengujian terhadap wartawan, yang rata-rata mengambil UKW Utama yang berlangsung selama tiga hari.

    Menurut ketua panitia saat itu, Uparlin TS Maharaja selaku Ketua Forswan  pemerkarsai kegiatan  menuturkan, Uji Kompetensi Wartawan yang digelar LPDS di kota Pekanbaru merupakan yang pertama kali dilakukan.

    "Kegiatan ini baru pertama kali kita mengundang tim penguji dari LPDS untuk langsung menggelar loka karya dan Ujian Kompetensi wartawan (UKW) di Kota Pekanbaru dan mudah - mudahan kegiatan berjalan dengan lancar" .

    Dalam pengujian Nantinya, LPDS menurunkan 7 orang  penguji senior, Yakni, Priyo Ambodo, Ari Wibowo, Hendrayana, Ahmad Djauhar dan lain lain, jelasnya, Ketua Panitia.

    Ada yang berbeda dialami oleh 12 wartawan asal Riau selama tiga hari. Biasanya aktivitas sebagai pencari berita, namun,  untuk mengikuti UKW, rela dan menggantinya dengan momen penuh ketegangan.
     
    Sejak tanggal 27 sampai 29 November 2018 para jurnalis pilihan mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW)  yang diselenggarakan oleh Forum wartawan Kristen di Pekanbaru Riau
     
    Sejumlah wartawan berpenampilan rapih berselimut kemeja, memakai dasi  batik dari kebiasaan apa adanya. Keadaan tidak beranjak sesampainya di ruang pengujian sebab sorot mata dan wajah dingin para penguji seakan menyiratkan sebuah kalimat: "Selamat datang dan aku akan mengubah pagi cerahmu."
     
    Namun yang mengherankan melekatnya rasa ketegangan padahal bahan yang diujikan adalah pekerjaan yang biasa dilakukan oleh wartawan sehari-hari.
     
    "Meski yang diujikan adalah pekerjaan sehari-hari tapi tetap saja tegang," ujar salah satu wartawan senior Hadi Zega sebelum ujian berlangsung dalam obrolan ringan bersama kopi hitam hangat yang disediakan oleh panitia.
     
    Tidak ada sekat antara redaktur atau reporter, karena saat itu semua memiliki satu kesamaan nasib yakni ketegangan dan kecemasan akan tidak kompeten dan lulus."
     
    "Jujur enggak bisa tidur semalam karena memikirkan ujian kompetensi." ujar Hadi dengan kedua tangan memegang kepala.
     
    Saat ujian, para peserta diminta untuk merencanakan dan menulis pemberitaan dengan cepat sesuai tenggang waktu yang ditentukan penguji. Terlebih untuk perencanaan pengarahan investigasi mendalam, waktu 30 menit yang diberikan jelas bukan sebuah ukuran yang ideal.
     
    Dua belas (12) wartawan yang dikategori UTAMA diikuti oleh dua belas peserta yang diisi sejumlah wartawan senior level pimpinan redaksi atau redaktur pelaksana.
     
    Terdapat sembilan mata ujian Untuk materi ujian kategori utama diantaranya, menulis tajuk/opini, mengevaluasi rencana liputan, menentukan bahan liputan layak siar, mengarahkan liputan investigasi, menulis opini, menentukan bahan liputan layak siar, kebijakan rubrikasi, rapat redaksi pemimpin, membangun Jejaring, rapat redaksi evaluasi.
     
    Nilai yang diberikan penguji minimal harus sebesar 70 untuk setiap mata ujian. Sebab jika mendapat rentang nilai di bawah angka tersebut akan dinyatakan tidak kompeten dan tidak lulus, karena sistemnya bukan berupa akumulasi.
     
    Apresiasi diungkapkan oleh Ketua Uparlin TS Maharaja selaku Ketua Forswan megatakan,UKW merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas jurnalis dalam mengemban tugasnya.
     
    "Ini bukan hanya soal Kompeten dan tidak lulus tapi pembinaan terhadap wartawan untuk meningkatkan kualitasnya ke depan," ujar pria yang akrab disapa Parlin tersebut.
     
    UKW merupakan realisasi dari Peraturan Dewan Pers Nomor 1 Tahun 2010 tentang Standar Kompetensi Wartawan dalam mengupayakan perbaikan pemberitaan melalui unsur paling mendasar yakni kualitas dan kredibilitas wartawan bersertifikasi.
     
    Sehingga nantinya para wartawan yang Kompeten dan lulus, akan mendapat sertifikat UKW dan kartu beserta foto, dan identitas tersebut akan tercantum di Dewan Pers.*** (H)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • 12 Wartawan Riau Menghadapi Uji Kompetensi Wartawan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    6 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    7 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    8 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    9 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
    10 Ida Yulita: Anggaran Honor PMB RW Sebesar Rp. 13 Miliar, RT/RW Cuma Dapat Caci Maki
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved