www.riaukontras.com
| Safari Ramadan di Masjid Lambhuk, Cek Zainal Kupas Keutamaan Sedekah | | Langkah Hukum Debitur Yang Mengalami Tarik Paksa Kendaraan Kesayangannya oleh Kreditur | | Pangdam IV/Dip: Belajar dan Berlatih Berbagai Ilmu Pengetahuan Akan Menjadi Pemimpin yang Handal | | Dandim Cilacap Ikuti Rakor Upsus Pajale Bersama Dispertan | | Enam Pejabat Kodam IV/Diponegoro Diserahterimakan | | Wali Kota: Jangan Pernah Kendor Upaya Perangi Narkoba
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Selasa, 22 Mei 2018
 
Dewan Pers Catat 43.300 Media Online Tidak Terdata
Editor: | Jumat, 18-05-2018 - 12:29:42 WIB

TERKAIT:
 
  • Dewan Pers Catat 43.300 Media Online Tidak Terdata
  •  

    JAKARTA, RIAUKontraS.com - Ketua Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetyo mengatakan, Indonesia merupakan salah satu negara dengan paling banyak memiliki media. Total media di Indonesia saat ini ada sekitar 47 ribu dengan paling banyak adalah media online.

    Namun, Stanley, sapaan akrabnya mengungkapkan, hanya ada 168 media yang telah terdata di Dewan Pers. Sedangkan yang lainnya tidak.

    "Kami perkirakan angkanya adalah 43.300 (yang tidak terdata). Bayangin. Tidak ada 1 persennya. Sisanya seperti apa? Tidak tahu, antah berantah," ungkap Stanley, usai Forum Merdeka Barat 9 'Cegah dan Perangi Aksi Teroris', di Kantor Kemkominfo, Jakarta Pusat, Rabu 16 Mei 2018.

    Dia menuturkan, untuk melawan media-media bodong tersebut, pihaknya akan terus melakukan verifikasi terhadap berbagai media yang mengaku sebagai perusahaan pers tersebut.

    Termasuk terhadap situs-situs radikal yang tidak berbadan hukum dan bukan perusahaan pers sebagaimana mestinya. Stanley berharap, proses verifikasi itu dapat rampung pada akhir tahun 2018 ini.

    "Jadi di tahun 2019, media-media yang terverifikasi itu kita berikan QR code. Dengan demikian, org bisa membedakan mana media yang asli dan mana media yang tidak," tutur dia.

    Stanley menceritakan, bahwa ada salah satu media besar yang dipakai namanya oleh sejumlah media bodong. Bahkan media bodong tersebut tidak hanya 1 yang menggunakan nama media besar tersebut, namun ada 14.

    Kemudian, lanjut dia, persoalan itu pernah membuat seorang anggota DPR mengadu dan marah-marah, karena mempertanyakan kenapa berita di media asli tersebut dapat memberitakan hal seperti itu.

    Hingga akhirnya, dia pun mengecek url dari media tersebut dan terlihat bahwa, media itu memiliki url atau alamat website yang berbeda dengan media aslinya.

    "Jadi silahkan diadukan ke Dewan Pers, Dewan Pers akan rekomendasikan kepada Polri karena ini bukan media (asli). Ada MoU antara Dewan Pers dengan Polri," dia menandaskan. (Lp6)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Dewan Pers Catat 43.300 Media Online Tidak Terdata
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    4 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    5 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    6 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    7 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
    8 Wakil Bupati Minta Bupati Nias Barat Copot Kadis BPKPAD dan Kuasa BUD
    9 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    10 Nektu Polem Minta Pemilu Ulang, Tolak Hasil Pilkada Aceh Timur 2017-2022.
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved