www.riaukontras.com
| PB Gerakan Nahdlatul Ulama Peduli Covid 19 Datangi Kelenteng, Salurkan Sembako | | Pengerjaan Ruas Jalan Kuala Keritang Tunggu Eksekusi | | Berikut Johansyah Menyikapi Rencana LSM Membawa Kasus Videotron Bengkalis ke Ranah Hukum | | Putri Asal Minang Kembangkan Usaha Catering di Jogja | | Kasus Videotron di Bengkalis Akan Dibawa ke Ranah Hukum | | Surat Keuchik Buket Seuleumak Untuk Bupati Bagaikan Tulisan Murid SD
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Minggu, 31 Mei 2020
 
Bupati Bengkalis Masih Saksi Dilingkaran Korupsi Dana Proyek Multi Years di Pulau Rupat
Editor: | Senin, 10-12-2018 - 00:44:55 WIB

TERKAIT:
 
  • Bupati Bengkalis Masih Saksi Dilingkaran Korupsi Dana Proyek Multi Years di Pulau Rupat
  •  

    PEKANBARU, RIAUKontraS.com - Rabu (05/12/018) pekan lalu, anti rasuah atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Sekretaris Daerah Kota Dumai Muhammad Nasir dan Hobby Siregar yang merupakan rekanan kontraktor PT. Mawatindo.

    Keduanya merupakan tersangka dugaan korupsi dana proyek pembangunan jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih Kabupaten Bengkalis yang dibangun secara tahun jamak atau multi years (MY).

    Diketahui, tersangka M Nasir saat itu merupakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Kabupaten Bengkalis dan juga sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

    Sedangkan pihak swasta yang turut diamankan, Hobby Siregar yang merupakan Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction (MRC) selaku kontraktor

    KPK sebelumnya telah melakukan proses penyelidikan terkait adanya dugaan pidana dalam pembangunan proyek yang dikerjakan pada tahun 2013-2015 lalu itu.

    Dalam tahap itu, KPK terus mengumpulkan alat bukti, baik dari keterangan saksi-saksi maupun barang bukti yang disita.

    Setelah mengantongi minimal alat bukti  permulaan yang cukup, keduanya ditetapkan sebagai tersangka pada bulan Agustus 2017 lalu, hingga akhirnya dilakukan penahanan pada Rabu, 5 Desember 2018 pekan lalu

    "KPK melakukan penahanan 20 hari pertama terhadap 2 tersangka di kasus Bengkalis," ujar Juru Bicara (Jubir) KPK Febri Diansyah kepada Wartawan

    Keduanya tersangka kini ditahan di dua rutan yang berbeda setelah sebelumnya melalui proses pemeriksaan dalam statusnya sebagai tersangka.

    "MNS (Muhammad Nasir, red) ditahan di Rutan Guntur, HOS (Hobby Siregar, red) ditahan di Rutan Salemba," sebut Febri.

    KPK juga mengendus adanya keterlibatan pihak lain. Hal itu seiring penyitaan uang sebesar Rp1,9 miliar di kediaman Bupati Bengkalis, Amril Mukminin beberapa waktu lalu.

    Penyitaan itu dilakukan penyidik KPK pada penggeledahan yang dilakukan pada Juni lalu.

    Selain uang, KPK juga membawa beberapa koper yang diduga berisi dokumen terkait proyek jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih.

    Untuk diketahui, proyek jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih itu diketahui dikerjakan dengan menggunakan APBD Bengkalis dengan tahun jamak atau Multi Years (2013-2015).

    Saat proses penganggaran, Amril merupakan anggota DPRD Bengkalis.

    Amril sendiri telah menjalani pemeriksaan. Beberapa kali diperiksa, politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu masih berstatus sebagai saksi.

    Terkait apakah Amril Mukminin akan dijadikan tersangka berikutnya, Febri belum lama ini memberikan penjelasannya.

    "Penyidikan masih berjalan. Kami masih harus menunggu audit perhitungan kerugian negara dari BPK.

    Jika audit sudah selesai barulah akan dibahas langkah berikutnya atau pengembangan perkara pada pelaku lain," pungkas Febri.

    Sementara dua bulan sebelumnya (Oktober 2018), tim dari aktivis LSM Komunitas Pemberantas Korupsi tingkat DPP, mendatangi gedung KPK dalam hal meminta penjelasan dari KPK  terkait indikasi lambatnya proses penanganan laporan yg disampaikan aktivis itu sejak tahun 2016, 2017 lalu.

    Demikian pula status uang sebesar Rp1,9 Miliar yang ditemukan dan disita oleh KPK di Rumdis Bupati Bengkalis pada tanggal 01 Juni 2018 lalu, disorot dan dipertanyakan oleh LSM Komunitas Pemberantas Korupsi yang dibawahi oleh Pemred salah satu media di Pekanbaru-Riau *** (Red)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Bupati Bengkalis Masih Saksi Dilingkaran Korupsi Dana Proyek Multi Years di Pulau Rupat
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    3 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    6 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    7 Ida Yulita: Anggaran Honor PMB RW Sebesar Rp. 13 Miliar, RT/RW Cuma Dapat Caci Maki
    8 Hanya Karna Rupiah, Kepala Sekolah SMK 3 Lahewa Larang Siswi Ikut Ujian
    9 Polemik Pembangunan Jalan TOL di Riau Menggurita, Dana APBN Diduga Menjadi Dana Talangan
    10 Ketua DPRD Riau Sayangkan Dumai, Bengkalis, dan Meranti Tak Terapkan PSBB
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved