www.riaukontras.com
| IWO Inhil Kembali Salurkan 20 Paket Sembako Kepada Masyarakat Sungai Beringin | | PB Gerakan Nahdlatul Ulama Peduli Covid 19 Datangi Kelenteng, Salurkan Sembako | | Pengerjaan Ruas Jalan Kuala Keritang Tunggu Eksekusi | | Berikut Johansyah Menyikapi Rencana LSM Membawa Kasus Videotron Bengkalis ke Ranah Hukum | | Putri Asal Minang Kembangkan Usaha Catering di Jogja | | Kasus Videotron di Bengkalis Akan Dibawa ke Ranah Hukum
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Senin, 01 Juni 2020
 
Banda Aceh
Cek Zainal Buka Workshop Permainan Tradisional Anak
Editor: Muhammad Abubakar | Minggu, 04-11-2018 - 17:25:40 WIB

TERKAIT:
 
  • Cek Zainal Buka Workshop Permainan Tradisional Anak
  •  

    BANDA ACEH, RIAUKontraS.com - Permainan tradisional zaman dulu banyak mengajarkan pendidikan karakter, namun seiring perkembangan zaman, anak-anak zaman now mulai melupakan permainan tradisional, dan lebih asyik dengan gadget maupun  permainan modern lainnya.

    Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin saat membuka workshop psikologi Bermain Experiental Learning Anak (Berlian) di Aula Gedung Mawardy Nurdin, Sabtu (3/11/2018).

    Acara yang digagas oleh Universitas Muhamadiyah (Unmuha) Aceh dan diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari kaum ibu dan mahasiswi itu menghadirkan pakar permainan anak tradisional Dr Iswinarti MSi Psikolog. Beragam permainan anak tradisional seperti lempar bola, engklek, dan loncat karet pun ditampilkan di sana.

    Pemko Banda Aceh, kata Cek Zainal, memberikan kredit khsusus kepada Fakultas Psikologi Unmuha Aceh yang telah berinisiatif melaksanakan workshop tersebut. Tema yang diusung juga cukup menarik yakni “Membangun Karakter dan Kompetensi Sosial Anak Melalui Penerapan Permainan Tradisional dengan Metode ‘Berlian’.”

    Menurutnya, sebenarnya Aceh kaya dengan jenis permainan tradisional yang ternyata bisa menstimulus perkembangan jiwa anak, bahkan sebagai sarana edukasi.  “Tidak perlu peralatan yang canggih dalam memainkannya, tapi cukup menggunakan peralatan sederhana yang mudah didapatkan di sekitar kita, seperti kayu, bambu, batu, tanah, genting, pasir  atau peralatan bekas lainnya.”

    “Sebagai contoh permainan mobil-mobilan dari bambu dan sandal bekas, telepon-teleponan dari kaleng bekas, dan lain-lain. Namun seiring  dengan perjalanan waktu, jenis permainan tradisional ini mulai punah dan sudah tidak banyak kita temukan,” katanya.

    Padahal, sambungnya, jenis permainan ini  bisa menstimulasi perkembangan anak, membantu anak menyesuaikan diri, saling berinteraksi yang  positif, kerja sama,  membantu anak mengontrol diri,  mengembangkan empati, taat pada peraturan, dan menghargai orang lain.  “Setidaknya permainan tradisional bisa membantu mengontrol emosi  dan kepekaan sosial anak,” katanya lagi.

    Terakhir ia berharap melalui workshop ini dapat memotivasi semua pihak untuk senantiasa memberikan pendidikan karakter kepada anak termasuk dengan menggali kembali permainan tradisional anak yang sudah mulai punah. “Hasil yang kita harapkan adalah tumbuhnya generasi gemilang yang berkarakter religius, kreatif, dan inovatif,” pungkasnya apda acara yang turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Psikologi Unmuha Aceh Barmawi tersebut.(***)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Cek Zainal Buka Workshop Permainan Tradisional Anak
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    3 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    6 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    7 Ida Yulita: Anggaran Honor PMB RW Sebesar Rp. 13 Miliar, RT/RW Cuma Dapat Caci Maki
    8 Hanya Karna Rupiah, Kepala Sekolah SMK 3 Lahewa Larang Siswi Ikut Ujian
    9 Polemik Pembangunan Jalan TOL di Riau Menggurita, Dana APBN Diduga Menjadi Dana Talangan
    10 Ketua DPRD Riau Sayangkan Dumai, Bengkalis, dan Meranti Tak Terapkan PSBB
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved